09 July 2019, 07:40 WIB

Adaro-CLP Power Jalin Kerja Sama Jangka Panjang


(Uks/E-3) |

PT Adaro Energy terus menjalin kerja sama jangka panjang dengan China Light and Power Company (CLP Power Hong Kong Limited) yang sejak 20 tahun silam telah membeli batu bara dari Adaro.

Senior Director CLP Power Hong Kong, Lo Pak Cheong, mengatakan mereka membeli batu bara produksi Adaro karena memiliki tingkat emisi yang rendah.

"Adaro memiliki batu bara beremisi rendah sehingga kerja sama ini berlangsung dalam jangka panjang. Kami terus melanjutkan kerja sama ini," kata Pak Cheong.

CLP Power Hong Kong memasok hampir separuh kebutuhan listrik Hong Kong yang mencapai 7.000 Mega Watt (MW) pada saat beban puncak. Dari jumlah itu, CLP Power Hong Kong memasok sekitar 3.500 MW.

Sebagian besar pembangkit yang dioperasikan CLP Power Hong Kong menggunakan batu bara, selain gas, nuklir, serta energi baru dan terbarukan semisal energi matahari dan angin. Pemerintah Hong Kong sendiri sangat ketat mengawasi emisi untuk menjaga lingkungan.

Direktur Utama Adaro Boy Thohir yang berkunjung ke CLP Power Hong Kong kemarin mengatakan batu bara produksi Adaro memiliki kadar sulfur dan abu yang rendah. "Itulah sebabnya batu bara Adaro emisinya rendah," kata Boy.

CLP Power Hong Kong, kata Boy, juga memperoleh batu bara dari perusahaan lain di Indonesia. Namun, batu bara dari perusahaan lain memiliki kalori tinggi. "Untuk pembangkit diperlukan campuran batu bara Adaro supaya emisinya rendah untuk memenuhi standar lingkungan di Hong Kong," terang Boy.

Boy menjelaskan Adaro mengekspor sekitar 3,5 juta ton batu bara ke Hong Kong per tahun. Dari jumlah itu, kata Boy, Adaro memasok sekitar 2,3 juta ton sampai 2,5 juta ton atau senilai US$100 juta ke CLP Power. Sisanya, 1 juta ton sampai 1,2 juta ton, dijual ke perusahaan pembangkit lain di Hong Kong. Kebutuhan batu bara CLP Power sendiri mencapai 6,5 juta ton per tahun.

Boy menambahkan Adaro memproduksi lebih dari 55 juta ton batu bara per tahun. Sebanyak 70% atau sekitar 40 juta ton diekspor ke 17 negara. "Sebagian besar kami ekspor ke Malaysia, Jepang, Hong Kong, dan Spanyol," pungkas Boy. (Uks/E-3)

BERITA TERKAIT