29 May 2019, 10:33 WIB

Pemudik Diharapkan Membawa Berkah Bagi Kota di Jalur Mudik


Fetry Wuryasti | Ekonomi

MESKI akses jalan tol sudah terbangun dari Merak hingga Probolinggo dan juga dari Bakauheni hingga Indralaya, namun pemudik harus pintar untuk memilih jalur mudik agar lancar menuju ke kampung halaman.

 “Di samping prediksi tumpahnya pemudiknya memilih jalur tol, mudik tahun ini juga harus membawa keberkahan untuk kota-kota sepanjang jalur mudik agar tetap ramai,” ujarn Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu.

Menhub pun berharap pemanfaatan tempat istirahat perlu dimaksimalkan. Tidak hanya di jalan tol, juga di jalur arteri, sehingga kota di sepanjang jalur mudik tetap hidup dan tidak sepi.

Untuk itu, Budi memastikan Pemerintah sebagai penyelenggara harus sempurna untuk semua hal. “Artinya pelayanannya juga harus maksimal (di tempat perisitirahatan) ada toko, toilet, pom bensin, pos kesehatan, dan fasilitas lainnya,” kata Budi.

Hal itu sesuai imbauan Presiden Joko Widodo agar menghidupkan kota-kota di sepanjang tol. Dengan begitu, Menhub mengarahkan pemudik dapat merencanakan perjalanan menuju kampung halaman tidak hanya terpusat di jalan tol, salah satunya dengan memanfaatkan tempat perisitirahatan di jalur arteri.

“Jadi, mereka itu merencanakannya, misalnya berhenti di Cirebon, jadi masuklah ke Cirebon (untuk istirahat). Jadi katakanlah kalau mereka 20% saja masuk Cirebon, masuk ke kota-kota lain juga, maka rest area (di dalam tol) tidak penuh dan juga kota-kota itu mendapatkan costumer,” jelas Budi.

Ia berpendapat masyarakat yang melakukan perjalanan mudik situasinya akan berbeda jika menyempatkan istirahat dengan berkunjung ke kota-kota yang dilalui. Hal tersebut membuat pemudik seolah-olah akan berangkat dengan kondisi yang lebih fresh.

Hal itu juga pada dasarnya dapat membantu untuk mengurai kepadatan di jalan tol. “Iya, sehingga nggak penuh di rest area di dalam tol juga. Itu kan juga menjadi salah satu sumber kemacetan di dalam tol,” tutur Budi.

 

Peta kuliner

Kementerian Perhubungan bersama kementerian terkait pada musim mudik tahun ini membuat buku panduan kuliner yang bisa dikunjungi sepanjang jalur mudik. Hal itu merupakan peta kuliner jalur Lebaran Pulau Jawa yang bisa menjadi referensi bagi pemudik.

Menhub menjelaskan jalur alternatif menjadi pilihan tepat bagi pemudik karena diprediksi akan banyak pemudik yang menggunakan memilih jalan tol. “Karena itu (jalur alternatif) sebenarnya jalur mudik yang indah.

Tapi memang ada beberapa titik yang memiliki risiko macet,” ungkap Budi. Tapi, titik kemacetan di jalur alternatif pada dasarnya bisa dihindari. Sebab, diprediksi tahun ini pemudik lebih banyak menggunakan jalur tol, sehingga kemacetan di jalur alternatif bisa ditangani.

Ia pun menyaranjan agar para pemudik yang ingin menggunakan jalur tol tidak terus menerus sampai tujuan. “Sebenarnya di jalur tertentu bisa ke selatan, sehingga dapat terhindar dari Garut, tapi bisa masuk ke daerah Tasik ke selatan terus ke Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dengan begitu, pemudik dapat memaksimalkan semua jalur yang ada, tidak hanya menggunakan Tol Trans Jawa saja. Bahkan, nantinya pemudik ada yang berangkat dari Bandung, ada yang baru masuk dari Cirebon dan juga Tegal. Dengan demikian semua jalur mudik dapat dimanfaatkan secara maksimal dan masalah kemacetan bisa dihindari atau dikurangi. (S1-25)

BERITA TERKAIT