07 March 2019, 16:19 WIB

Utang Jadi Alasan Utama Garuda Indonesia Akuisisi sriwijaya Air


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

PERSOALAN hutang yang melilit Sriwijaya Air terhadap anak usaha Garuda Indonesia, PT. GMF AeroAsia, disinyalir menjadi alasan utama Garuda Indonesia mengakuisisi Sriwijaya Air.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengungkapkan, Sriwikaya Air memiliki hutang sebesar US$58 atau setara Rp822,54 miliar/ kepada GMF AeroAsia.

“Goalnya Garuda dalam jangka waktu dekat, itu kan ada hutang yang musti dibayar dan ini mereka menyelamatkan jumlah hutang Sriwijaya yang kalau nggak salah jangka pendek US$58. Jadi mereka mencoba menyelamatkan nilai,” kata Gerry kepada Media Indonesia, Kamis (7/3).

Gerry menuturkan, akuisisi ini merupakan bagian dari usaha Garuda Indonesia untuk memperbaiki kondisi keuangan internal. Seperti yang diketahui, pada kuartal III 2018 lalu, Garuda Indonesia masih merugi sebesar Rp1,6 triliun meski tingkat kerugian telah berkurang sekitar 58%.

Baca juga : Akuisisi Sriwijaya Air Bisa Bebani Garuda Indonesia

“Kalau nggak diakuisisi, terus tutup, hilang tuh uang. Akuisisi ini bisa diartikan juga salah satu upaya penyehatan keuangan Garuda,” ujarnya.

Gerry berpendapat, upaya penyehatan bisa dilakukan beriringan dengan akuisisi. Sebab, dibutuhkan waktu yang tak sebentar untuk memperbaiki kondisi keuangan Garuda Indonesia yang masih merugi.

Meski begitu, dia meyakini bahwa hutang menjadi alasan terpenting Garuda Indonesia bersedia mengakuisisi Sriwijaya Air.

“Kalau nggak ada hutang, saya rasa mereka juga nggak mau take over,” tandasnya.

BERITA TERKAIT