07 March 2019, 14:23 WIB

Akuisisi Sriwijaya Air Bisa Bebani Garuda Indonesia


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

MASKAPAI Sriwijaya Air berharap pihak Garuda Indonesia mempercepat proses akuisisi perusahaannya. Hal ini diyakini dapat memperbaiki kondisi perusahaan Sriwijaya Air yang tengah menghadapi masalah keuangan dan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan jasa penerbangan Sriwijaya.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengungkapkan akuisisi akan membebani maskapai Garuda Indonesia.

“Yang pasti di jangka pendek pasti membebani, karena kan tidak mungkin begitu beli langsung diubah perusahaannya,” kata Gerry Soejatman kepada Media Indonesia, Kamis (7/3).

Baca juga: Gabung Garuda, Sriwijaya Rombak Komisaris dan Direksi

Menurut dia, langkah-langkah yang sudah ada masih sangat terbatas karena apapun yang akan dilakukan harus mendapat persetujuan dari para pemegang saham. Kerugian yang masih dialami maskapai Garuda Indonesia turut menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan akan terbebani dengan dilakukannya akuisisi tersebut.

Seperti yang diketahui, pada kuartal III tahun 2018 lalu Garuda Indonesia masih mengalami kerugian sekitar Rp1,6 triliun meski berhasil turun sebesar 58%.

“Bayangkan perusahaan yang lagi merugi, lalu beli, berarti semua embel-embelnya pun juga ikut. Ini maskapai juga bukan maskapai baru, jadi kalau ada pengurangan jumlah karyawan dari Sriwijaya pasti harus ada pesangon yang banyak dan lain-lain,” jelasnya.

Namun untuk jangka panjang, Gerry berpendapat akuisisi Sriwijaya Air oleh Garuda Indonesia bisa menguntungkan.(OL-5)

BERITA TERKAIT