19 May 2022, 05:00 WIB

Bongkar Peran Lin Che Wei


Mediaindonesia.com|Editorial MI

img

 

PENGUNGKAPAN mafia minyak goreng oleh Kejaksaan Agung semakin menarik untuk diikuti. Disebut menarik karena Kejaksaan Agung menetapkan Lin Che Wei sebagai tersangka.

Lin Che Wei diumumkan sebagai tersangka Selasa (17/5) kemudian ditahan. Ia dikenal sebagai ekonom senior dan sudah malang melintang di pemerintahan sebagai staf khusus sejumlah menteri. Terakhir dia menjadi anggota tim asistensi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga Maret 2022.

Sampai saat ini tidak ada penjelasan resmi terkait apa kapasitas Lin Che Wei ikut-ikutan dalam pusaran mafia minyak goreng. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin hanya menyebut tersangka merupakan pihak swasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan.

Kiranya Kementerian Perdagangan perlu menjelaskan secara terbuka terkait pengertian ‘pihak swasta yang diperbantukan’ di kementerian itu. Apalagi, dia direkrut tanpa surat keputusan dan tanpa suatu kontrak. Tidak kalah pentingnya ialah penjelasan apakah pada saat diperbantukan itu yang bersangkutan masih berstatus sebagai staf asistensi menteri atau bukan.

Penyelundupan orang swasta di kementerian bisa menjadi preseden buruk pengelolaan birokrasi pemerintahan. Lebih berbahaya lagi apabila tersangka mengambil peran yang sangat signifikan.

Jaksa Agung Burhanuddin menjelaskan bahwa tersangka diduga bersama-sama dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag mengondisikan produsen minyak sawit mentah untuk mendapatkan izin persetujuan ekspor minyak sawit mentah dan turunannya secara melawan hukum.

Penetapan Lin Che Wei sebagai tersangka mestinya dijadikan pintu masuk untuk mengusut keterlibatan pihak lain. Perlu ditelusuri siapa yang menyelundupkan tersangka masuk ke lingkaran elite Kementerian Perdagangan.

Terus terang, publik membutuhkan penjelasan secara terbuka apakah Lin Che Wei dan Indrasari Wisnu Wardhana beserta tiga tersangka lainnya dari pihak swasta merupakan mafia minyak goreng? Dugaan adanya mafia minyak goreng itu diungkapkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam rapat dengan DPR.

Apakah mereka itu mafia atau bukan tentu menunggu putusan pengadilan. Karena itu, Kejaksaan Agung hendaknya bergerak cepat mengusut kasus itu dan segera dilimpahkan ke meja hijau. Biarkan pengadilan yang memutuskan apakah yang dikerjakan seorang dirjen itu merupakan inisiatif pribadinya atau juga ada atasan lain.

Namun, dari kasus itu ada hal yang patut digarisbawahi, yakni jangan pernah main-main dengan kebijakan yang menyangkut kehidupan rakyat banyak. Kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini, salah satunya karena adanya dugaan kongkalikong pengusaha-penguasa.

Hal lain yang perlu digarisbawahi ialah dugaan keterlibatan Lin Che Wei yang selama ini dikenal sebagai ekonom senior. Seorang intelektual memang bukan malaikat. Namun, dalam keadaan apa pun, ia tetap harus berpegang pada prinsip kejujuran serta berani menyuarakan kebenaran. Jangan mudah tergoda iming-iming uang, apalagi untuk bermuslihat dengan penjahat.

Fakta itu semakin mengonfirmasi data yang pernah dilansir Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa 86% koruptor itu bergelar sarjana pendidikan tinggi. Meski demikian, harus tegas dikatakan masih terlalu banyak orang berpendidikan tinggi yang punya integritas.

Harapannya ialah semakin tinggi pendidikan, bukan hanya cerdas dan terampil, tapi mestinya semakin tinggi pula integritasnya. Amat disayangkan bahwa Lin Che Wei tidak memperlihatkan harapan itu.

BACA JUGA
BERITA LAINNYA