13 September 2021, 05:00 WIB

Transisi Menuju Endemi Covid-19


Mediaindonesia.com|Editorial MI

img

 

 

PEMERINTAH mulai menyiapkan transisi dari pandemi covid-19 ke endemi. Transisi disiapkan karena pemerintah menyadari bahwa covid-19 tidak bisa bisa hilang dalam waktu dekat sehingga masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus korona.

Kesiapan pemerintah itu disampaikan Presiden Joko Widodo seusai meninjau kegiatan vaksinasi covid-19 di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, Jumat (10/9). “Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan juga mulai belajar hidup bersama dengan covid-19,” kata Pesiden.

Endemi ialah wabah penyakit yang secara konsisten ada, tetapi terbatas pada wilayah tertentu sehingga membuat penyebaran penyakit dan tingkat penularan dapat diprediksi.

Ada dua syarat untuk beralih dari pandemi covid-19 menjadi endemi. Pertama, meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat. Kedua, menurunkan angka infeksi alamiah sehingga juga dapat menurunkan jumlah pasien yang dirawat dan angka kematian covid-19.

Kekebalan tubuh masyarakat didapat lewat vaksinasi. Karena itulah, kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kemarin, saat ini pemerintah tengah menggencarkan vaksinasi covid-19 dalam rangka persiapan perubahan status pandemi menjadi endemi.

Harus jujur diakui bahwa pemerintah sangat sigap menjalankan program vaksinasi. Kesigapan itu menuai apresiasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hingga kemarin, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 35 per 100 penduduk sasaran vaksinasi sudah dapat satu dosis. Dari sasaran vaksinasi 208,2 juta orang, total vaksinasi dosis pertama lebih dari 72,76 juta orang atau mencapai 34,95%. Sementara itu, total vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 41,72 juta orang atau 20,04%.

Vaksinasi yang gencar dilakukan itu berkorelasi dengan perkembangan covid-19 yang terus melandai. Situasi perkembangan covid-19 di Jawa Bali, misalnya, terus mengalami perbaikan yang cukup berarti. Hal itu ditandai dengan semakin sedikitnya kota/kabupaten berada di level 4. Pekan lalu tercatat masih ada 11 daerah yang menerapkan PPKM level 4.

Angka kesembuhan harian secara nasional juga terus bertambah. Berdasarkan data pada 11 September, kumulatif kesembuhan nasional menembus angka 3,9 juta orang atau 93,9%. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit kini mulai longgar.

Mempercepat transisi pandemi covid-19 ke endemi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di hulunya. Karena itu, melandainya penyebaran covid-19 saat ini patut disyukuri, tetapi jangan euforia berlebihan sampai-sampai mengabaikan protokol kesehatan utamanya memakai masker.

Peran masyarakat di hulu ialah mematuhi protokol kesehatan dengan konsisten menjalankan 3M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Pemerintah juga tidak boleh lalai menjalankan peran 3T, yaitu testing (pengetesan), tracing (penelusuran kontak erat), dan treatment (perawatan pasien).

Selama masa transisi dari pandemi ke endemi, teknologi sangat membantu, seperti aplikasi Peduli Lindungi. Aplikasi ini menjadi sarana penting menjalani hidup bersama covid-19.

Tidak ada jalan pintas menuju endemi. Tidak pula semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh proses dan terutama konsistensi. Konsistensi meningkatkan coverage vaksinasi, konsistensi menjalankan testing-tracing-treatment, dan konsistensi menjalankan prokes 3M. Tanpa konsistensi, jangan pernah bermimpi pandemi covid-19 menjadi endemi.

BACA JUGA
BERITA LAINNYA