02 August 2021, 05:00 WIB

Jangan Lengah


Mediaindonesia.com|Editorial MI

img

 

 

PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan masyarakat, atau PPKM, level 4 berakhir hari ini. Tren penularan covid-19 memang mulai menurun di Jawa dan Bali, tetapi kasus di luar dua pulau itu terus merangkak naik. Karena itu, jangan pernah lengah.

Jangan pernah lengah dengan buru-buru melonggarkan aktivitas masyarakat. Apalagi bukan hanya varian delta yang menebarkan teror, kini varian lokal juga bermunculan.

Kementerian Kesehatan menemukan lebih dari 900 kasus varian covid-19 asal Indonesia, B14662. Varian yang masuk daftar Alerts for Future Monitoring Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu sudah merambah 26 provinsi.

Eloknya, pemerintah mulai menguatkan upaya pengendalian di luar Jawa. Bila perlu, mulai bersiap-siap menghadapi skenario terburuk karena infrastruktur kesehatan di luar Jawa sangat terbatas. Jawa yang relatif berkecukupan infrastruktur kesehatan saja sempat kewalahan menghadapi keganasan covid-19.

Persoalan di luar Jawa-Bali kian berat karena terdapat ketimpangan cakupan vaksinasi. Kiranya pemerintah mulai menyiapkan pelaksanaan vaksinasi yang lebih bersifat masif di luar Jawa-Bali, tidak hanya mengejar imunitas komunitas, tetapi juga untuk memenuhi asas keadilan.

Ujung tombak bersiap-siap menghadapi skenario terburuk di luar Jawa-Bali ialah pemerintah daerah dan masyarakat sipil. Dibutuhkan semangat kebersamaan untuk menerapkan kebijakan pengendalian covid-19 yang akan diambil pemerintah pusat, apa pun level kebijakan itu.

Pemerintah pusat sudah mencoba menerapkan kebijakan melawan covid-19 dengan berbagai nama, mulai PSBB, PPKM mikro, PPKM darurat, hingga PPKM level 1-4. Inti kebijakan itu tetap sama, yaitu membatasi mobilitas masyarakat.

Harus jujur diakui bahwa pembatasan mobilitas masyarakat belum sepenuhnya berhasil karena tidak ada komitmen bersama untuk mematuhinya. Memang ada daerah yang sudah mampu menekan jumlah kasus covid-19. Namun, ada pula daerah yang tidak mampu menahan lonjakan kasus tersebut.

Berdasarkan data kasus mingguan dari Satgas Penanganan Covid-19, terdapat lima provinsi di luar Jawa-Bali yang menyumbangkan kenaikan kasus secara signifikan. Kelimanya ialah Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Riau, NTT, dan Sulawesi Selatan.

Pemerintah pusat dan daerah hendaknya terus berkolaborasi untuk menekan laju penyebaran covid-19. Jangan pernah mengenal kata lelah karena Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Per Sabtu (31/7), kasus positif covid-19 di Indonesia sudah mencapai 3,4 juta orang sejak diumumkan kasus pertama kali pada Maret 2020. Sementara itu, positivity rate harian nasional tercatat 24,82%, masih jauh dari standar yang ditetapkan WHO, yaitu di bawah 5%.

Meski perlu kerja keras maksimal, bangsa ini hendaknya terus merawat harapan bahwa kita bisa mengatasi pandemi covid-19. Kata kuncinya cuma ramai-ramai mengikuti vaksinasi agar tercipta imunitas komunal dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Setiap orang, dari mana pun ia berasal, hendaknya berkomitmen untuk membatasi kegiatan di luar rumah. Membatasi mobilitas selama pelaksanaan PPKM level 4 itulah kunci keberhasilan di Jakarta. Angka kasus aktif di Jakarta kemarin turun menjadi 17 ribu, padahal pada 16 Juli masih ada 113 ribu kasus.

Dampak baik pelaksanaan PPKM level 4 kiranya menjadi pertimbangan untuk dilanjutkan dengan membuka ruang penyelarasan kepentingan kesehatan dan ekonomi. Jangan pernah lengah, apalagi berpuas diri hanya karena tren penurunan kasus covid-19.

BACA JUGA
BERITA LAINNYA