25 June 2020, 05:00 WIB

Bersama saling Jaga Bersatu Kita Bisa


Mediaindonesia.com|Editorial MI

INDONESIA, secara data dan fakta, sampai hari ini belum terbebas dari wabah virus korona baru alias covid-19.

Ancaman masih nyata. Terlihat jumlah kasus positif covid-19 yang terus bertambah setiap harinya. Meskipun di bebe rapa wilayah dilaporkan penyebaran virus sudah mulai bisa ‘dikendalikan’, di sejumlah wilayah lain justru melonjak.

Ada daerah yang sudah melewati masa kritis dan menuju zona hijau, tetapi di saat yang sama beberapa masih anteng di zona merah atau baru me rangkak memerah. Fase itu barangkali memang harus kita hadapi mengingat wilayah Indonesia yang teramat luas.

Karena itu, betul yang dikatakan Presiden Joko Widodo, kemarin, untuk melawan covid-19, kita ha rus bersatu. Kondisi setiap daerah bisa berbeda, tetapi sebagai sebuah bangsa, penanganan wabah tak boleh dilakukan parsial. Mesti holistik, mesti integral. Pada titik itulah persatuan menjadi sangat penting.

Kata Jokowi, Indonesia ialah bangsa yang besar dan berjaya. Gotong royong, kekompakan, dan so lidaritas antarmasyarakat ialah modal utama melawan musuh negara, termasuk penyebaran virus korona. Bersama saling menjaga, bersatu kita bisa.

Namun, persatuan tak bisa sekadar diucapkan atau dijargonkan. Bersatu melawan korona harus diimplementasikan lewat kerja sama saling dukung antara pemerintah dan masyarakat. Antara integritas plus kecerdasan pemerintah dalam menentukan kebijakan dan kedisip lin an masyarakat men jalani protokol pandemi.

Jembatan antara dua kutub itu ia lah sistem informa si data yang terin tegrasi. Situasi pan demi dengan dinamikanya yang amat tinggi jelas menuntut sebuah sistem penginforma sian yang tak hanya akurat dan kredibel, tetapi juga dinamis. Sistem itu harus bisa lari secepat penyebaran wabah tanpa boleh melupakan akurasi data yang di sampaikan.

Dalam konteks itu, kini, bangsa ini bergantung pada sistem informasi terintegrasi bernama Bersatu Lawan Covid (BLC) yang kemarin di-endorse oleh Presiden Jokowi.

Seperti dalam klaimnya, sistem itu diharapkan bisa menjadi navigasi kita dalam mengikuti perkembangan covid-19 di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya satu, yakni meredam lonjakan kasus covid-19 di se mua daerah.

Akan tetapi, mesti kita ingatkan juga data yang menjadi basis dari sistem informasi itu haruslah di jauhkan dari unsur-unsur manipulatif. Data tak boleh dimain-mainkan, data harus dibungkus dengan integritas manusia-manusia pengolahnya.

Pun data mesti dibuka secara transparan, tak boleh ditutup-tutupi, apalagi malah dijadikan celah untuk korupsi. Sekali lagi, dasar dari semua sistem dan strategi perang melawan covid-19 itu ialah kegotongroyongan, kekompakan, kedisplinan, dan kesatuan seluruh elemen bangsa.

Alangkah bagusnya kalau kita dapat bersatu meningkatkan level kewaspadaan, kompak menutup celah penularan, serta disiplin menempuh protokol kesehatan di era kenormalan baru ini.

Jika itu bisa dilakukan, kemudian negara mampu membungkusnya dalam kebijakan yang tepat, pro per, dan presisi, kita patut optimistis perang ini akan cepat kita menangkan. Bersama saling menjaga, bersatu kita bisa.


 

BACA JUGA
BERITA LAINNYA