18 April 2022, 04:05 WIB

Meraih Wahyu dan Ilham


Quraish Shihab |

KITA sering mendengar istilah wahyu dan ilham. Wahyu itu isyarat yang tepat. Ilham itu apa yang Anda peroleh tanpa perantara. Anda rasakan ada semacam bisikan di dalam hati untuk mengetahui sesuatu atau mendorong Anda pada sesuatu.

Memang, setiap pengetahuan memiliki subjek dan objek. Subjek dituntut peranannya untuk memahami objek. Anda ingin mengetahui nama saya, Anda dituntut untuk bertanya pada saya. Siapa nama Anda?

Namun, dalam hidup ini terkadang objek itu yang datang memperkenalkan dirinya kepada Anda. Saya bisa berkata pada Anda, “Nama saya Quraish Shihab”, bukan Anda yang bertanya. Dalam pengalaman ilmiah pun itu tersebut dan sering terjadi. Komet Halley datang setiap 75 tahun. Manusia tidak dapat menemukannya, tapi dia yang datang untuk menampakkan dirinya sehingga manusia mengenalnya.

Begitulah wahyu, begitulah ilham. Begitulah intuisi, begitulah firasat yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya. Mimpi-mimpi yang benar pun demikian. Dia bukan kebetulan. Namun itu, anugerah Tuhan yang disampaikan kalau wahyu itu khusus disampaikannya dengan sangat jelas kepada para nabi. Tetapi kalau ilham, intuisi, bisa saja diterima manusia-manusia yang siap jiwanya untuk mendapatkan itu.

Allah berfirman pada wahyu pertama, ‘Allama bil qalam, ‘allamal insana ma lam ya’lam’. Ada dua acara Tuhan mengajar manusia. Pertama dengan kalam, dengan pena, dengan tulisan. Yang kedua tanpa perantara, tetapi Tuhan langsung mewahyukan, mengilhamkan kepada manusia.

Bersihkanlah hati Anda. Dekatkanlah diri Anda pada Tuhan. Jauhkanlah sebisa mungkin pengaruh debu tanah dalam jiwa Anda. Niscaya hati Anda dapat jadi cermin. Menyerap ilmu, menyerap hikmah dengan meminta bantuan Allah. Insya Allah hati kita tercerahkan sehingga kita dapat memperoleh ilham, intuisi, firasat, dan sebagainya. Semoga demikian adanya. (Dis/H-3)

BERITA TERKAIT