MotoGP di Indonesia akan Bangkitkan Olahraga Otomotif Tanah Air


Penulis: Rifaldi Putra Irianto - 08 April 2021, 09:55 WIB
ANTARA/Ahmad Subaidi

KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo telah melakukan inspeksi prahomologasi terhadap Sirkut Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/4).

Menemani CEO Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial MotoGP dan WSBK, Carlos Ezpelata, juga Loris Capirossi selaku promoter representative Dorna Sports, dan Franco Ucini yang bertugas sebagai sefty officer FIM, mereka melakukan inspeksi untuk memastikan Sirkuit Mandalika siap digunakan sebagai tuan rumah kejuaraan MotoGP dan World Superbike (WSBK).

"Selama ini, pihak FIM, selaku federasi olahraga sepeda motor dunia, serta Dorna Sports, selaku penyelenggara MotoGP dan WSBK, selalu memantau perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika melalui video. Kali ini, kita ajak mereka langsung melihat bagaimana kondusi Sirkuit Mandalika terkini, satu hari penuh kita ajak mereka keliling NTB," ucap Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, dalam keterangan resmi, Kamis (8/4).

Baca juga: Dorna Harap Banyak Muncul Pembalap Indonesia di MotoGP

Dijelaskan oleh Bamsoet, Dorna Sports dan FIM tidak hanya menijau pembangunan Sirkuit Mandalika melainkan juga meninjau pembangunan sarana dan prasarana seperti bandara, hotel, rumah sakit, hingga sentra industri UMKM.

Bamsoet menilai menjadi tuan rumah kejuaraam balap motor bergengsi dan terbesar di dunia merupakan sebuah kehormatan besar, sekaligus kebanggan bagi Indonesia.

Ia pun berharap digelarnya MotoGP dan WSBK di Indonesia dapat meningkatkan gairah olahraga sepeda motor.

"Setelah absen menggelar MotoGP selama 23 tahun sejak 1997, akhirnya kita akan gelar di Sirkuit Mandalika Lombok, NTB," sebutnya.

"Dengan menjadi tuan rumah MotoGP dan WSBK, Indonesia akan memiliki banyak keuntungan. Mulai dari country branding, tourism, hingga multiplier effect economy. Selain itu tentu saja dapat meningkatkan gairah olahraga sepeda motor, serta memotivasi para talenta muda pembalap Indonesia untuk berkompetisi di kejuaraan bergengsi dunia seperti MotoGP dan WSBK," imbuhnya.

Ia juga mengatakan pembangunan kawasan Sirkuit Mandalika mampu menarik investor hingga Rp40 triliun yang akan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.

"Pengembangan pembangunan kawasan Sirkuit Mandalika diproyeksikan mampu menarik investor hingga Rp40 triliun. Geliatnya turut berkontribusi bagi pengembangan ekonomi lokal NTB. Tidak kurang dari 587 ribu tenaga kerja akan terserap hingga 2025 mendatang. Menunjukan bahwa membangkitkan industri olahraga, juga turut berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," tukasnya.

Memiliki panjang lintasan 4,31 km dengan 17 tikungan, area paddock sirkuit sendiri akan sanggup menampung 40 garasi, sedangkan kapasitas tribun utama mencapai lebih dari 50.000 tempat duduk.

Sementara untuk tribun berdiri didesain untuk menampung kurang lebih 138.000 orang dan 'hospitality suites' dirancang memiliki kapasitas 7.700 penonton.

Adapun pemerintah menargetkan Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah Grand Prix Indonesia pada Oktober ketika MotoGP memulai tur di Asia. Kendati demikian, keputusan akan ditentukan Dorna Sports saat melakukan Homologasi, Juli mendatang.

Slot Oktober kalender MotoGP saat ini diisi empat balapan yakni GP Jepang (3/10), Thailand (10/10), Australia (24/10), dan Malaysia (31/10) dan menyisahkan satu pekan kosong pada pertengahan bulan, sebelum seri penutup di gelar di Valencia, Spanyol pada 14 November. (OL-1)