Ahli Sarankan FIGC Kurangi Masa Karantina buat Klub Serie A


Penulis: Rahmatul Fajri - 03 June 2020, 16:28 WIB
AFP/Vincenzo Pinto

VIROLOGIS dan anggota komisi kesehatan federasi sepak bola Italia (FIGC) Profesor Vincenzo Salini menyarankan aturan masa karantina bagi klub Serie A selama 14 hari bisa dikaji ulang. Hal ini berdasarkan angka kasus covid-19 di Italia yang mulai landai.

Sebelumnya, FIGC memutuskan untuk mengarantina seluruh skuad selama 14 hari jika ada satu pemain atau staf klub dinyatakan positif covid-19. Hal ini berbeda dengan kebijakan Bundesliga yang hanya mengarantina pemain yang terkena covid-19 selama 7 hari.

Keputusan FIGC ini dinilai bisa mengancam keberlangsungan kompetisi yang akan dilanjutkan pada 20 Juni.

"Jika lebih dari satu tim harus berhenti, maka ada kemungkinan (kompetisi dihentikan). Namun jika hanya satu, mungkin kompetisi dapat tetap berjalan," kata Salini kepada Rai Sport dilansir Football Italia, Rabu (3/6).

"Setelah menemui serangkaian kesulitan, kondisi saat ini semakin kondusif. Secara klinis dan epidemologis, penyebaran virus semakin melemah," imbuhnya.

Baca juga: Presiden FIGC Berharap Liga Italia dapat Dihadiri Penonton

Hal tersebut dibuktikan setelah beberapa virologis di Italia yang mengklaim dinamika sebaran kasus positif covid-19 jauh berkurang dibandingkan bulan lalu.

Meski masih mencatatkan 39.893 kasus aktif, kasus baru per harinya cenderung menurun. Pada akhir bulan lalu, Italia mencatatkan kasus baru terendah dalam satu hari setelah melalui puncak penyebaran, yakni dengan 200 kasus baru. Pada puncaknya, 21 Maret, ada 6.557 kasus baru dalam satu hari.

"Kami tidak tahu mengapa ini terjadi. Mungkin suhu panas yang menyebabkannya atau bahkan virus ini bermutasi. Faktanya, kami sudah tidak memiliki pasien yang dirawat intensif di RS San Raffaele, Milan," ungkap Salini.

Ia mengatakan ini bisa menjadi secercah harapan untuk melonggarkan masa karantina dan kompetisi dapat rampung sesuai jadwal.

"Kami masih melihat perkembangannya, tapi dengan penularan yang berkurang, mungkin kami bisa mengubah protokol medis di kemudian hari. Saya masih yakin musim ini dapat berjalan," pungkas Salini. (footballitalia/OL-5)