Berharganya Berkumpul Bersama Keluarga


Penulis: AFP/Rahmatul Fajri/R-2 - 31 March 2020, 01:40 WIB
CRISTINA QUICLER / AFP

PANDEMI korona (covid-19) telah mematikan aktivitas manusia, tak terkecuali sepak bola. Kompetisi dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan sembari menunggu wabah mereda.

Pesepak bola yang biasanya merumput hampir tiap pekan, kini mau tak mau mendekam di rumah. Ada yang bahagia berkumpul bersama keluarga. Namun, ada juga yang harus terdampar di kota lain karena imbas penutupan atau isolasi wilayah.

Penyerang sayap Chelsea, Pedro Rodriguez, harus bertahan di London dan melakukan isolasi diri ketika rekan timnya, Callum Hudson-Odoi, dinyatakan positif covid-19. Sedihnya bagi Pedro, ia harus menjalani hari-hari di London tanpa anak dan istri yang tinggal di Barcelona.

“Sulit ketika tidak bisa melihat anak saya. Saya membayangkan banyak orang seperti saya. Saya katakan kepada mereka untuk tetap di rumah. Saya merindukan mereka,” kata Pedro kepada Cadena SER.

Situasi serupa juga dirasakan penjaga gawang Juventus, Wojciech Szczesny. Kiper asal Polandia itu mengaku harus menjalani masa karantina di kediamannya di Turin tanpa keluarganya.

Namun, Szczesny sedikit bersyukur karena ia memiliki banyak waktu untuk sendiri dan memilih tidur demi membuat waktu cepat berlalu.

“Saya jelas bosan setelah dua minggu karantina di rumah. Saya sendiri di Turin karena keluarga saya pulang ke Polandia. Namun, saya harus mengakui saya punya waktu yang tenang. Saya tidur cukup lama,” kata Szczesny.

Manajer Birmingham City, Pep Clotet, juga harus tinggal sendiri di Inggris. Ia telah memulangkan anak dan istrinya ke Spanyol sebelum adanya larangan pendatang.

Clotet awalnya mengaku sempat terjebak dilema antara pulang ke Spanyol bersama keluarganya atau tetap berada di Birmingham.

“Saya terperangkap dalam dua pilihan. Saya tidak bisa bekerja maksimal. Saya terus berpikir apakah saya bisa pulang, tapi saya juga tidak bisa kembali karena saya bekerja,” kata Clotet.

Namun, kini situasi di Spanyol terus memburuk dengan peningkatan kasus covid-19 hingga 73 ribu kasus. Clotet mau tak mau harus menunggu situasi kembali normal untuk bertemu dua buah hatinya.
“Ini situasi yang sulit, tapi kita harus melakukannya,” kata Clotet.

Di bagian lain, wabah covid-19 membuat gelandang Sevilla, Ever Banega, semakin menghargai waktu berkumpul bersama keluarga.

Pemegang 65 penampilan bersama timnas Argentina itu mengatakan, ketika situasi normal selama semusim penuh, dirinya terus disibukkan dengan jadwal klub dan tim nasional. Hal itu membuatnya kehilangan momen kebersamaan dengan keluarga.

“Saya merasa aneh ketika tidak ada sepak bola. Ketika La Liga berhenti, ada laga internasional. Kamu kehilangan waktu dengan orang yang kamu cintai. Sekarang saya akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan anak dan istri,” ungkap Banega. (AFP/Rahmatul Fajri/R-2)