IOC Segera Umumkan Jadwal Olimpiade


Penulis: Deden Muhamad Rojani - 31 March 2020, 01:20 WIB
Behrouz MEHRI / AFP

TANGGAL baru Olimpiade Tokyo 2020 mungkin akan di­umumkan minggu ini. Ajang Olimpiade tersebut diperkirakan akan dilaksanakan tak jauh dari jadwal semula.

Presiden Panitia Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori, kemarin, mengatakan bahwa jadwal baru Olimpiade tidak akan jauh dari jadwal awal meski mantan perdana menteri Jepang itu belum mau menyebut tanggal pastinya.

“Tidak ada perubahan besar. Artinya masih akan tetap berlangsung pada musim panas. Waktunya kemungkin­an besar di antara Juni dan September,” ucap Mori.

Mori mengatakan penyelenggara masih menimbang silang pendapat antara Olimpiade musim panas dan musim semi. Dia mengharapkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk segera memutuskan. “Saya pikir mungkin akan ada semacam komunikasi dari (IOC) Presiden (Thomas) Bach minggu ini,” kata Mori.

Olimpiade Tokyo 2020 dijadwalkan dibuka pada 24 Juli dan berlangsung selama 16 hari, tetapi pandemi covid-19 memaksa ajang olahraga empat tahunan itu ditunda.

Ada beberapa spekulasi bahwa penyelenggara Jepang dapat mengambil keuntungan dengan memindahkan Olimpiade ke musim semi, yakni menghindari cuaca musim panas Tokyo yang telah menjadi perhatian utama mereka sebelum wabah korona.

Karena panas, nomor maraton dipindahkan ke Sapporo, sebuah kota sekitar 800 kilometer di utara Tokyo. Pemindahan itu dengan alasan kondisi lebih sejuk bahkan saat di puncak musim panas.

Namun, mengingat pandemi korona yang sedang berlangsung dan memakan waktu untuk persiapan, rencana yang paling mungkin ialah Olimpiade akan dimulai pada 23 Juli 2021, kata penyiar publik NHK akhir pekan lalu, me­ngutip sumber-sumber di dalam panitia penyelenggara.

CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto mengakui biaya membengkak karena ada ongkos tambahan. Menurut anggar­an terbaru, Olimpiade akan menelan biaya US$12,6 miliar dibagi antara panitia penyelenggara, pemerintah Jepang, dan Kota Tokyo.

Jepang telah mengampanyekan Olimpiade sebagai Olimpiade Pemulihan. Ajang untuk menunjukkan bagaimana Jepang bangkit dari bencana besar, yaitu gempa bumi, tsunami, dan krisis nuklir di Fukushima.

Lebih siap

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari di Jakarta, kemarin, menyatakan penundaan Olimpiade tidak berpengaruh terhadap proses bidding sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Penundaan itu justru membuat Indonesia bisa lebih siap untuk melakukan promosi di Olimpiade Tokyo yang akan digelar tahun depan.

Indonesia, lanjut Okto, lebih banyak waktu untuk mempersiapkan proses bidding. Dia menyebut kemungkinan keputusan tuan rumah Olimpade 2032 akan diumumkan pada 2024.

“Presiden dan kita semua masyarakat semangat agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” jelas Okto melalui video conference.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto menambahkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 tidak akan surut. Saat ini, Kemenpora masih menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk promosi bidding tuan rumah Olimpiade 2032. (Mal/R-2)