24 July 2020, 11:10 WIB

Raih Opini WTP, Menpora RI Zainudin Amali Ubah Citra Kemenpora


Media Indonesia | Advertorial

PENANTIAN kurang lebih 10 tahun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI akhirnya terwujud. Menpora RI Zainudin Amali menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI 2019 di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

WTP merupakan opini audit yang diterbitkan BPK jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material. Jika laporan keuangan diberikan opini jenis ini, artinya auditor meyakini berdasarkan buktibukti audit yang dikumpulkan. Perusahaan/pemerintah dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada kesalahan, kesalahannya dianggap tidak material dan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan.

WTP kali ini, bagi Kemenpora merupakan hasil perjuangan panjang selama kurang lebih 10 tahun. Terakhir opini WTP terukir pada 2009, dan berturut-turut Kemenpora hanya menerima opin Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan pada 2015 dan 2016 mengalami keterpurukan dengan menyandang opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer (lihat boks).

Dok. BPK

WTP Kemenpora dari BPK

 

Menurut Menpora, hasil memuaskan yang diraih Kemenpora RI atas predikat WTP menjadi hal yang harus terus dipertahankan dan menjadi tanggungjawab atas keuangan negara yang masuk dalam anggaran Kemenpora. #“Hasil ini menggembirakan sekaligus menjadi tantangan kita untuk mempertahankan. Untuk meraih WTP adalah suatu usaha yang besar. Menurut saya mempertahanakan jauh lebih berat dan lebih besar terhadap image yang kurang baik di masyarakat tentang Kemenpora,” ujarnya.

Menpora percaya dengan menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik dari tingkat pimpinan atas sampai staf paling bawah, publik akan menilai bahwa ternyata terjadi perubahan yang baik di Kemenpora. Menpora bersama jajarannya bertekad menggerakkan semangat tersebut hingga lima tahun ke depan dengan lima program prioritas.

Program prioritas pertama yang menjadi konsen Menpora yang pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Timur adalah Perbaikan Tata Kelola yang selama ini menjadi kelemahan Kemenpora. Program prioritas kedua, ketiga dan keempat adalah tentang kepemudaan dan keolahragaan.

“Saya yakin jika tata kelolanya baik maka yang lain akan menjadi baik. Tapi jika tata kelolanya buruk maka pasti kegiatan dan program apapun tidak akan menghasilkan hasil yang baik,” yakinnya.

Menpora juga melakukan mereview semua regulasi yang ada di kementerian yang membidangi kepemudaan dan keolahragaan tersebut untuk mempercepat pelayanan publik.

Kemenpora dulu, lanjutnya, terkenal dengan pelayanan publik yang bertele-tele dan berbelit belit untuk itu harus diperbaiki.

Dok. Kemenpora

Media Sosial WTP Kemenpora.

 

“Semua tidak akan berhasil hanya dengan perintah dan arahan tanpa dukungan para pejabat. Saya berterima kasih kepada para pejabat mulai Pak Sesmenpora, semua deputi hingga ke bawahnya karena mendukung ini dan ini adalah hasil kita bersama-sama,” ujarnya.

Menteri yang mampu membuat image Kemenpora RI secara bertahap menjadi lebih baik itu juga menekankan bahwa setiap program yang akan dikeluarkan harus jelas out put, out come dan kemanfaatannya di tengah masyarakat.

“Jika ada program yang muncul tanpa bisa mengait lima program prioritas dan ukurannya tidak sesuai kemanfaatannya di tengah masyarakat maka harus dicoret dan diganti,” urainya. (S1-25)

BERITA TERKAIT