Sejenak Bersama Suku Badui Dalam

Views : 723 - 05 November 2018, 07:00 WIB

APA yang ada di benak Anda saat mendengar kata suku Badui?

Sebagian orang mungkin masih membayangkannya sebagai suku arkais yang tertutup dan penuh mistis. Namun, mereka yang pernah bertandang ke permukiman suku Badui pastilah punya anggapan berbeda. Keaslian budaya dan kearifan lokal masyarakat suku Badui, terutama suku Badui Dalam, justru menjadi daya tarik tersendiri untuk ditelusuri.

Butuh lima jam perjalanan dengan kereta dari stasiun Tanah Abang (Jakarta)-Rangkas Bitung (Banten) dan perjalanan darat dengan mikrobus untuk sampai di Kampung Cijahe, Desa Kebon Cau. Kampung tersebut merupakan pembatas permukiman suku Badui Luar dengan suku Badui Dalam.

Kedatangan saya dan sejumlah peserta open trip Jalan-Jalan Outdoor, pada suatu akhir pekan medio Oktober silam itu disambut belasan pria. Mereka berikat kepala putih dengan baju khas warna senada ataupun hitam yang dilengkapi bawahan abu-abu tua. Golok pendek terselip di pinggang masing-masing.

Bersama mereka, kami melanjutkan perjalanan menuju permukiman suku Badui Dalam dengan berjalan kaki. Hamparan belukar, pohon-pohon hutan, serta ladang yang baru ditanami benih padi menjadi pemandangan sepanjang perjalanan.

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA