Zaman Now, Pesilat Kudu Belajar Videografi



Views : 884 - 05 April 2018, 10:10 WIB

Zaman now adalah eranya teknologi informasi, dimana tersedia banyaknya platform untuk publikasi. Saat ini mudah sekali mencari informasi apa saja yang diinginkan baik berupa tulisan, foto ataupun video.

Begitu pula proses pembuatan dan penyebaran informasi tersebut. Dalam bentuk Video misalnya, cukup menggunakan ponsel atau smartphone, kemudian rekam lalu sharing ke media-media yang tersedia. Dalam itungan menit, informasi yang dibuat pun langsung viral.

Hal ini lah yang ingin dimanfaatkan oleh Astrabi (Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia) bagi perkembangan dunia persilatan dan budaya Betawi di zaman now.

Minggu, (1/4) bertempat di GOR Bulu Tangkis Cendrawasih Cengkareng, Jakarta Barat, Astrabi memberikan pelatihan videografi serta koreografi silat kepada 200 pesilat dari 30 perguruan se-Jabodetabek.

"Kami sadar sekali informasi mengenai silat tradisi masih sangat kurang lantaran minimnya publikasi. Oleh karena itu, Astrabi menggelar workshop videografi ini agar para pesilat bisa dengan mudah dan cepat mempublikasikan kegiatan mereka," ujar Anwar Al-Batawi, Ketua Umum Astrabi di sela-sela kegiatan Workshop Videografi Silat Tradisi.

"Pesilat zaman now harus mampu mempromosikan sendiri silat dan perguruannya. Makanya 'kudu' (harus) belajar videografi," tambah Anwar.

Anwar pun berharap ke depannya masyarakat akan sangat mudah mendapatkan informasi mengenai silat tradisi  betawi yang 'sedap' untuk dinikmati hasil kreasi para pesilat yang ikut dalam pelatihan videografi ini.

Sejalan dengan Astrabi, Ketua Umum LKB (Lembaga Kebudayaan Betawi) Becky Mardani pun sangat mendukung dengan gebrakan yang dilakukan Astrabi. "Videografi sudah menjadi kebutuhan di era milenial ini. Celah ini lah yang harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya oleh praktisi silat betawi. Dan Astrabi dalam hal ini mampu memjawab kebutuhan generasi milenial dengan menggelar workshop videografi ini," ujar Becky.

Terkait pelatihan koreografi, menurut Becky silat yang sajikan dengan apik akan menjadi cikal bakal industri pariwisata. Apalagi Pemprov Jakarta sudah mengeluarkan Perda tentang pelestarian budaya yang mengatur kewajiban industri pariwisata untuk mengimplementasikannya. Ruang-ruang ini lah yang bisa dimanfaatkan oleh para praktisi silat betawi agar bergabung dan berkembang dalam industri pariwisata. (Ricky Julian)

BERITA TERKAIT