Dekat dan Lebih Sering ke Rumah Sakit

Views : 3699 - 01 March 2018, 06:00 WIB

SEJAK menangani Kitabisa.com, alumnus Universitas Indonesia (UI) ini mengaku lebih dekat secara emosional saat berkunjung ke rumah sakit untuk bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

"Penting kita bertumbuh, lebih dekat dengan customer. Saya juga lebih sering ke rumah sakit, ingin bertemu banyak orang yang memakai Kitabisa. Intinya start-up harus menyelesaikan masalah. Cara tahu menyelesaikannya kita harus ngomong langsung dengan konsumen," kata juara pertama Indonesia Communication and Technology Award (Inaicta) 2014.

Dengan mendengarkan permintaan konsumen, Timmy mengaku lebih tahu mengapa mereka bertahan. "Karena kita bertemu orang-orang yang mendapatkan manfaat dari Kitabisa. Mereka orang-orang yang terbantu dan keluar dari rumah sakit berkat donasi orang baik di Kitabisa," jelasnya.

Tidak hanya para pasien, Timmy mendengarkan dokter dan suster sebagai opsi pendanaan medis. Dengan demikian, pelayan dan kualitas tindakan medis untuk pasien atau orang kurang beruntung ditangani optimal.

Sering kali, Timmy tersentuh ketika bertemu pasangan muda, yang melakukan kampanye di Kitabisa.com. Katanya, mereka baru punya anak dan lahir prematur, apalagi tidak dikover asuransi.

Kondisi itu semacam mencambuk dan membangkitkan semangat tim Kitabisa.com untuk terus melakukan kebaikan. Semua orang saling membutuhkan, terlebih banyak orang baik di sekitar.

Ia juga yakin, secara umum bisnis start-up semakin baik ke depan. Ia berharap anak-anak muda membuat start-up untuk menyelesaikan masalah. Layaknya yang dilakukan Timmy. Pascalulus, Timmy ingin ada wadah menyalurkan passion-nya membantu orang, selain berkarier secara profesional.

"Alhamdulillah Kitabisa.com bisa memberikan jalan tengah. Membantu orang satu sisi dan bisnis berkesinambungan meski awalnya keluarga bingung karena ini bukan hal biasa dan baru. Sejalan waktu mereka mengerti karena banyak orang terbantu," paparnya.

Ia juga mengaku dekat dengan teman-temannya di Kitabisa.com. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga terpuaskan secara emosional karena membantu sesama. "Kita fokus pada mencari masalah di sekeliling dan coba selesaikan. Banyak mantan aktivis yang di sini. Jadi, kami pengin bantu banyak orang. Target ingin mencapai donasi sampai Rp1 triliun," harapnya.

Seperti pemuda pada umumnya, Timmy juga suka berdiskusi dan berbagi jika mengalami kendala dalam menjalankan kegiatannya. Apalagi, sebagai pemimpin ia harus lebih terbuka dan percaya akan komitmen timnya.

"Diskusi sama partner dan tim untuk menyelesaikan masalah, saya yakin organisasi atau perusahaan mau besar ia harus punya tim yang kuat. Karena itu, tim yang kuat harus saling terbuka dan saling percaya. Jadi, setiap ada masalah harus bisa selesaikan sama-sama," pungkasnya. (Ferdian AM)

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA