Alasan Konyol Kehilangan Pekerjaan


Penulis: MI - 03 February 2015, 00:00 WIB
KEHILANGAN pekerjaan selalu diasumsikan sebagai mimpi buruk bagi para pekerja. Rupanya, itu tidak selalu demikian. Bagi sejumlah kalangan, pemecatan justru menjadi memori lucu yang memunculkan gelak tawa tiap kali dikenang.

Buktinya ialah hasil tanya jawab tentang alasan lucu pada situs Quora. Untuk meningkatkan kualitas hasil penelitiannya, setiap responden diwajibkan untuk memasang nama sebenarnya. Di samping itu, mereka berprofesi sebagai dokter dan pengacara, atau ahli di berbagai bidang pekerjaannya.

Alasan pertama ialah dipecat gara-gara tidak tahan godaan terhadap kelezatan produk yang dijualnya. Inilah yang dialami seorang pegawai Dunkin Donuts, Virali Modi. Baru dua hari bekerja, ia harus berhenti lantaran makan donat. "Saya beralasan kepada manajer saya bahwa saya lapar sehingga memakan donat-donat itu. Namun, memang, saya telah menghabiskan 12 donat saat itu," ujar dia.

Alasan kedua karena berlepotan selai stroberi dan whipped cream (krim kocok). Itu terjadi pada Cyndi Perlman Fink dan Barbara di suatu Minggu. Pegawai yang berusia 15 tahun itu harus segera menyajikan donat bagi para pelanggan mereka yang baru pulang dari gereja.

Keduanya bekerja sambil bercanda hingga terlibat aksi saling lempar krim, selai, dan tepung. Mereka didapati dalam balutan selai stroberi dan krim kocok di dapur toko yang berantakan oleh sang manajer. Tak pelak, mereka langsung dirumahkan.

Alasan ketiga, menegur pelanggan. Seorang pegawai bar, Simon Brown, merasa tidak sabar setelah seseorang memesan minuman lima kali di bar, tapi tidak membayar sesuai dengan harga. Ketika rasa sabar hilang, ia menghardik, "Anda tahu berapa harga minuman yang Anda pesan?"

Kemudian manajer bar menepuk punggung Simon dan mengatakan "Kamu tidak memiliki sifat yang tepat untuk pekerjaan ini."

Alasan konyol berikutnya ialah terlalu menjual diri. Hal itu yang dilakukan Dan Smith, mantan pegawai Hotel Hilton, Paris, Prancis. Ketika pulang ke negara asalnya, Inggris, ia memasukkan pengalaman kerja sebagai pembersih meja selama satu tahun di hotel bintang lima itu. Namun, ia memasukkan pengalaman kerjanya itu dengan sebutan 'pelayan', bukan sekadar pembersih meja. Tak ayal, ia langsung diterima oleh hotel lokal.

Ketika bekerja, ia tidak mampu menghidangkan piring-piring panas dan air dingin ke meja pelanggan seperti layaknya pelayan di restoran mewah. Akhirnya, Dan dipecat.

Alasan terakhir yaitu bencana alam. Jerome Chang diperintahkan pulang oleh atasannya karena perkiraan atasan mengenai bencana alam. Tak lama setelah ia pulang, tiba-tiba angin tornado menghancurkan Kota Atlanta pada 2008, dan bisnis sang pemilik hancur.

Ketika melamar ke tempat lain, ia berkata kehilangan pekerjaan karena, "Tornado." Lalu sang pewawancara berkata, "Wah, kami belum pernah mendengar alasan itu." (BBC NEWS/*/E-5)
BERITA TERKAIT