Bawa Uang Asing Rp90 M, Enam Kurir Ditangkap di BSH


Penulis: Atikah Ishmah Winahyu - 15 April 2019, 21:25 WIB
Thinkstock
 Thinkstock
Ilustrasi

POLDA Metro Jaya bersama Polresta Bandara Soekarno Hatta (BSH) serta aparat Bea Cukai mengamankan enam kurir di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (13/4). Keenam kurir tersebut kedapatan membawa mata uang asing senilai Rp90 miliar.

Saat dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, mengatakan, kasus ini harus diteliti terlebih dahulu sebelum menentukan melanggar atau tidaknya tindakan keenam kurir tersebut.

"Kalau misalnya kita ditanya, pak itu melanggar atau tidak, ya diteliti dulu dokumennya memenuhi atau tidak," kata Onny Widjanarko kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (15/4).

Onny mengungkapkan, berdasarkan aturan Bank Indonesia PBI Nomor 20/2/PBI/2018 tentang Pembawaan Uang Kertas Asing ke Dalam dan ke Luar Daerah Pabean Indonesia, seseorang dilarang membawa uang kertas asing dengan jumlah yang nilainya paling sedikit setara dengan Rp1 miliar.


Baca juga: Polisi Dalami Kasus Penemuan Uang Asing di Bandara Soetta


Sedangkan bagi badan usaha seperti money changer, harus memiliki izin dan meminta persetujuan dari Bank Indonesia dengan menyebutkan kuota per mata uang serta periode pembawaan uang kertas asing.

"Money changer-nya punya izin dulu, itu satu. Yang kedua, ada persetujuan dari BI, berarti ada permohonan kan. Dia harus lapor bahwa dia mau bawa uang sekian, terus waktunya periodenya sekian," terang Onny.

Apabila tidak memenuhi aturan tersebut, pembawa uang kertas asing bisa dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar 10% dari jumlah uang yang dibawa. Selain denda, badan berizin yang melanggar juga bisa dikenakan teguran tertulis, penghentian sementara, hingga pencabutan izin pembawaan uang kertas asing.

"Jadi kalau dia sudah begitu, ya berarti memenuhi aturan. Kalau dia tidak begitu, ya dia melanggar," tandasnya. (OL-1)

 

 

BERITA TERKAIT