Ini Cara Mudah Hidup Sehat


Penulis: Rizky Noor Alam - 15 April 2019, 19:45 WIB
MI/Rizky Noor Alam
 MI/Rizky Noor Alam
diskusi pola makan sehat.

Pola makan yang benar tentunya banyak memiliki manfaat terutama dalam hal kesehatan. Sayangnya kebanyakan orang Indonesia belum peduli terhadap pola makan yang sehat, misalnya mengkonsumsi gorengan atau karbohidrat secara berlebihan.

Menurut ahli nutrisi, Mia Maria tubuh manusia didesain memiliki kemampuan self healing. Tinggal bagaimana cara manusia memaksimalkan proses natural tersebut.

"Setiap manusia memiliki kemampuan untuk self heal. Itu sudah di-set oleh Tuhan, lalu bagaimana caranya bisa mendukung itu? Tentunya dengan cara mengkonsumsi makanan yang sudah disediakan alam," ungkap Mia dalam sebuah acara talkshow di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (14/4).

Lebih lanjut Mia menambahkan saat ini sudah banyak pola makan yang sudah tidak alami seiring dengan perkembangan teknologi industri makanan. Hal itu membuat banyak makanan yang mengalami tahapan pemrosesan sebelum dikonsumi manusia.

"Banyak sekali makanan yang bisa diproses dan diawetkan yang menbuat rasa, bentuk, dan tekstur lebih awet dan hal itu membuat tubuh kita tidak benar. Untuk itu kita harus memilih makanan utuh yang belum diolah pabrik," imbuh Mia.

Sementara kebiasaan orang Indonesia mengonsumsi nasi bagi penulis makanan dan ahli kuliner Santhi Serad tidak masalah. Hanya pola konsumsi nasi yang berlebihan tidak baik.

"Saya tidak menghindari nasi karena masih butuh karbohidrat. Masih banyak sumber karbohidrat lainnya misalnya singkong, nasi merah, dan lainnya. Cuma, orang Indonesia kebanyakan makan nasi dari makan pagi sampai malam, jadi kalau sudah makan nasi pagi hari, siang, dan malamnya kurangi asupan karbohidrat," Santhi dalam kesempatan yang sama.

Mia pun sependapat dengan Santhi, di mana pola konsumsi nasi yang terus menerus membuat tubuh cepat kenyang sehingga enggan mengkonsumsi makanan yang mengandung jenis nutrisi lainnya.

"Jadi harus dibatasi, pilih nasi yang kadar nutrisinya lebih banyak (dari nasi putih) misalnya nasi cokelat, nasi merah, nasi hitam," imbuh Mia.

Terkait pendapat banyak orang mengenai makanan Indonesia yang identik tidak sehat, kedua ahli tersebut membantahnya. "Ada yang bilang makanan Indonesia itu tidak sehat karena bersantan dan lainnya, sebenarnya tidak juga. Yang membuat tidak sehat adalah kita sering memanaskan masakan yang bersantan berulang kali. Tidak hanya itu, makanan Indonesia banyak mengandung rempah yang merupakan bumbu-bumbu kita yang juga memang mengandung nutrisi," kata Santhi.

Mia menambahkan aneka rempah yang terkandung dalam bumbu-bumbu masakan Indonesia mengandung banyak manfaat, terutama metabolisme. "Rempah-rempah itu membantu proses metabolisme kita," pungkas Mia. (M-3)

Baca juga : Diet Keto Bantu Atasi Sindrom Metabolik

BERITA TERKAIT