Mahfud MD : Menjaga NKRI Itu Penting


Penulis: Haryanto - 17 March 2019, 17:45 WIB
 ANTARA FOTO/Aji Styawan/
ANTARA FOTO/Aji Styawan/

SEJUMLAH tokoh nasional memberikan orasi kebangsaan dalam acara Apel Kebangsaan 'Kita Merah Putih' di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Minggu (17/3). Selain orasi, acara juga dilengkapi dengan doa dan selawat bersama.

Puluhan ribu masyarakat dari seluruh Jawa Tengah dan sekitarnya tumpah ruah di lokasi tersebut. Sambil berdiri dan duduk lesehan, mereka dengan khidmat mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk mempersatukan bangsa itu.

Sejumlah tokoh nasional yang hadir memberikan orasinya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Guru besar hukum tata negara dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai kegiatan Apel Kebangsaan sangat bagus. Menurutnya, bagaimana pun dan apa pun caranya, semua harus dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Pemilu sekali pun, itu koridornya jangan merusak ikatan bangsa. Anda boleh milih siapapun, tapi satu hal, jangan rusak ikatan kebangsaan. Rugi semua nanti," tegasnya.

Upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), lanjut Mahfud, sangat penting. Semua langkah dan upaya bisa dilakukan, seperti yang dilakukan Pemprov Jateng melalui Apel Kebangsaan disertai kegiatan selawat, mujahadah, dan doa bersama.

"Semua harus dilakukan, agar bangsa ini selamat. Tidak ada dalil apa pun yang membantah bahwa menjaga kebangsaan itu penting baik menurut konstitusi maupun secara agama. Maka dari itu, menjaga NKRI, UUD 45, Pancasila dan Merah Putih itu penting. Titik!" pungkasnya.

Habib Luthfi bin Yahya dalam orasinya mengatakan, bangsa Indonesia harus bangga memiliki 'Merah Putih'. Ia menyebut di dalamnya memiliki tiga hal, yakni sebagai kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jati diri bangsa.

"Dari dulu, Merah Putih tidak akan berubah, tak lekang oleh zaman. Kalau sudah kumpul seperti ini dan berkomitmen untuk menjaga NKRI, menjaga Pancasila, menjaga Merah Putih, Indonesia akan tetap jaya," tutur Luthfi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan Apel Kebangsaan  diikuti oleh seluruh elemen masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras bahkan pilihan politik. Semua berbaur jadi satu untuk 'Merah Putih'.

"Hari ini komplet, ini ada TNI, Polri, Kajati, Ketua DPRD, Wagub dan juga tokoh nasional serta para ulama. Saya minta segenap rakyat Indonesia, segala golongan, semua harus bersatu padu bulat, berdiri di belakang pemimpin. Janganlah menjadi kacau, bekerja tak tentu arah, hanya tuduh menuduh dan menyalahkan orang lain," kata Ganjar.

Apa yang disampaikan Ganjar tersebut adalah pidato pertama Bung Karno saat dilantik menjadi presiden. Dalam pidato pertama itu, Soekarno sudah mengingatkan, bahwa yang menjadi ancaman bagi Indonesia adalah dari bangsa Indonesia sendiri.

"Lihatlah bangsa kita saat ini, fitnah merajalela, hoaks, maki-memaki, saling menyerang bertengkar antar kawan bahkan saudara sedarah. Apakah fitnah dan hoaks yang mengoyak ini akan kita biarkan? Apakah sikap intoleran akan kita biarkan? Apakah rasa permusuhan yang merusak sendi berbangsa akan dibiarkan? Pasti semua berkata tidak. Mari kita berdiri untuk menjaga NKRI," papar Ganjar.

Selain selawatan, orasi kebangsaan dan doa bersama, Apel Kebangsaan juga diisi dengan ikrar bersama menjaga NKRI. Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis bendera merah putih oleh para tokoh nasional kepada generasi penerus. Kemudian, makan bersama brokohan dengan menu nasi kebuli.

Sebelum orasi Apel Kebangsaan Kita Merah Putih, acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan pembacaan teks Pancasila. Yang didapuk membacakan adalah Muhammad Hilal Fadlullah yang berkursi roda.

Sejumlah artis nasional ikut menyemarakkan suasana Apel Kebangsaan,  antara lain Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong. Ada empat panggung untuk mereka. Panggung Pahlawan akan diramaikan Nella Kharisma, Jalan Ahmad Yani diramaikan Virzha, Panggung Pandanaran oleh Armada, sedangkan panggung utama oleh Letto, Slank, Vincent, Destha, dan Cak Lontong. (A-2)

 

BERITA TERKAIT