Target Rehabilitasi Lahan 688 Ribu Hektare


Penulis: Dhika Kusuma Winata - 17 March 2019, 15:15 WIB
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) secara besar-besaran tahun ini. Luasan lahan yang akan direhabilitasi mencapai 688 ribu hektare. Sebanyak 207 ribu hektare RHL didanai APBN, sedangkan sisanya merupakan kewajiban dari pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

"Rehabilitasi dari dana APBN akan mulai dilakukan Oktober. Untuk tanggung jawab pemegang izin sudah 10%-15% yang mengajukan rencana RHL," kata Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK IB Putera Parthama saat dihubungi, Minggu (17/3).

Putera mengatakan KLHK mendapatkan mandat dari Presiden Jokowi untuk melakukan RHL jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Selama periode 2015-2018, pemerintah melakukan kegiatan rehabilitasi dengan total wilayah seluas 102.838 hektare.

Tahun ini, lanjutnya, rehabilitasi lahan besar-besaran dilakukan pada 15 daerah aliran sungai (DAS) prioritas, 15 danau prioritas, 65 bendungan, dan areal rawan bencana di seluruh Indonesia. Anggaran lebih dari Rp2 triliun dari APBN disiapkan, antara lain untuk kegiatan pembibitan, penanaman, rehabilitasi tanah, dan pembangunan dam penahan skala kecil.

Baca juga: BP Batam akan Carikan Investor Ribuan Hektare Lahan Mangkrak

Sebanyak 65 bendungan kritis yang akan direhabilitasi di beberapa daerah yakni Sumatra, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Adapun 15 DAS yang menjadi prioritas meliputi Asahan Toba, Siak, Musi, Sekampung, Ciliwung, Cisadane, Citarum, Serayu, Solo, Brantas, Kapuas, Moyo, Limboto, Saddang, dan Jeneberang.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal PDASHL, luas lahan kritis di Indonesia pada 2018 tercatat seluas 14,01 juta hektare. Luas lahan kritis itu menurun dari 2014 yang tercatat 27,2 juta hektare. Sebelumnya, pada 2009 luas lahan kritis tercatat berada pada kisaran 30 juta hektare.

"Kegiatan rehabilitasi lahan terus digencarkan, hal itu untuk menambah daya dukung lingkungan serta meminimalisasi bencana alam di masa mendatang," ucapnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT