Dukung Jokowi-Amin, Perempuan Bravo 5 Dorong Pengesahan 3 RUU


Penulis: Micom - 17 March 2019, 12:45 WIB
Dok. KPU
Dok. KPU

PEREMPUAN Bravo 5 mengapresiasi kinerja Jokowi-JK selama 4 tahun. Sekjen Perempuan Bravo 5, Ruby Kholifah, mengtakan selama pemerintahan Jokowi-JK, Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender  semakin membaik.

Catatan ini, membuat pihaknya semakin optimistis jika angka partisipasi perempuan dalam dunia pendidikan membaik. Salah satu bentuk komitmen negara mencegah praktik pernikahan anak dengan mencanangkan wajib belajar 12 tahun.
 
“Dalam bidang kesehatan, capaian yang signifikan dari Nawacita I adalah upaya keras negara dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut profile kesehatan Indonesia 2017, AKI menurun menjadi 1.712 pada Semester pertama 2017 dari 4.912 pada akhir 2016,” ungkap Ruby, Sabtu (16/3).
 
Ruby menambahkan konsistensi Indeks Pembangunan Gender dari 90,82 (2016) menjadi 90,96 (2017) dan Indeks Pemberdayaan Gender di 2015 mencapai 70,83 , kemudian 2016 mencapai 71,39 dan pada 2017 mencapai 71,74. Hal ini disebabkan kuatnya leadership Jokowi yang meletakkan peran perempuan sama pentingnya dengan laki-laki.
 
Agar hal ini tetap terjaga, tegasnya, perlu mendorong pengesahan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) sebagai payung instrumen hukum dari segala upaya Pengarus Utaman Gender dan Perlindungan Hak-hak Perempuan di Indonesia. Begitu juga dengan Mendorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai bentuk perlindungan negara kepada perempuan dan anak dari kekersan seksual.
 
Di saat yang bersamaan, pengesahaan RUU PKS sebagai upaya mengembalikan budaya Indonesia yang ramah pada perempuan.

“Budaya lain yang dianggap membahayakan perempuan adalah praktik-praktik yang membahayakan kesehatan perempuan dan anak perempuan atas nama budaya dan agama seperti sunat perempuan, perkawinan paksa dan perkawinan dibawah umur,” tegasnya.

Baca juga: Sri Mulyani Ajak Perempuan Saling Bantu Tingkatkan Peran

Komitmen perlindungan perempuan dalam sektor informal juga mengalami kemajuan dan dipastikan akan dilanjutkan jika Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih. Komitmen perlindungan yang paling konkret selama menjalankan Nawacita I adalah penyelamatan 443 WNI dari ancaman hukuman mati, 181.942 TKI telah direpatriasi ke Tanah Air, membebaskan 39 WNI yang disandera di Filipina, Somalia, dan Libya, mengevakuasi 16.432 WNI dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan.

“Ini jelas sebuah keberpihakan dan wujud kehadiran negara yang sangat konkret,"pungkasnya.

Pada debat cawapres Minggu (17/3), Cawapres 01 Kiai Ma'ruf akan memberi penegasan tentang capaian bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan sosial budaya, termasuk yang sudah menyasar kelompok perempuan.(RO/OL-5)
 

BERITA TERKAIT