Pergub Larangan Plastik Guna Meminimalisir Sampah di Jakarta


Penulis: M. Ilham ramadhan Avisena - 20 February 2019, 14:50 WIB
MI/RAMDANI
MI/RAMDANI

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan Peraturan Gubernur soal larangan penggunaan plastik dibuat untuk meminimalisir jumlah sampah yang dihasilkan kota Jakarta setiap harinya.

Hal itu ia paparkan dalam uji publik terkait Rancangan Peraturan Gubernur tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkundan di Satrio Tower, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2).

Baca juga: MRT Dirasa Nyaman, Pemerintah Bersemangat Bangun Tahap II dan III

"Rancangan ini dibuat mengingat Jakarta itu menghasilkan 7.400 ton sampah organik dan plastik setiap harinya, diangkut ke Bantargebang dengan 1.300 truk, dan itu akan kita kurangi (jumlah sampah) dengan peraturan ini," papar Adji.

Eks Camat Tambora ini juga mengkhawatirkan nantinya Bantargebang tidak lagi mampu menampung jumlah sampah dari Jakarta. "Pemprov DKI memiliki 110 hektar aset yang ada di Bekasi, yaitu Bantargebang untuk menampung sampah. Sekarang itu gunung sampah sudah di sana sudah sampai 40 meter tingginya. Perhitungan kami, Bantargebang itu hanya sampai 2021," jelasnya.

Menurutnya, persoalan sampah utamanya yang berbahan plastik bukan lagi isu nasional melainkan sudah menjadi isu global.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, pasar tradisional dan masyarakat mulai menggunakan kantong belanja ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Adji, mengharapkan adanya penurunan jumlah sampah sebesar 20% pada tahun ini.

"Pemprov DKI menargetkan pengurangan sampah berdasarkan jakstrada (kebijakan strategi daerah) dan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) sebesar 20% atau sekitar 1.658 ton per hari," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah belum Izinkan Sepeda Masuk MRT

Adji melanjutkan, upaya pengurangan itu dilakukan dengan menyediakan bank sampah, pembuatan kompos, pembangunan TPS (tempat pembuangan sampah) 3R, eco-office, pengolahan sampah pasar, penggunaan kantong ramah lingkungan dan gerakan penggunaan tumbler.

"Kita juga sudah mulai adakan lomba penggunaan tumbler, jadi nanti posting di instagram dengan tumbler, lengkap dengan ceritanya. Jadi bukan hanya foto saja terus ditinggalkan lagi tumblernya," tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT