Gita Gutawa: Pikiran Terbuka Karena Pendidikan


Penulis: Hilda Julaika - 14 February 2019, 15:20 WIB
MI/Sumaryanto
 MI/Sumaryanto

CERDAS, cantik dan bertalenta, begitulah gambaran yang melekat pada penyanyi Gita Gutawa. Putri komposer Erwin Gutawa ini bisa menyeimbangkan kesuksesan karir dan pendidikan.

Tiga tahun lalu, di usia 22 tahun, Gita sudah meraih gelar master dari London School of Economics and Political Science, London School of Economics (LSE) Inggris. Sebelumnya, gelar sarjana ia raih di Birmingham of University, Inggris. Kini Gita sudah kembali berkiprah di industri musik, namun lebih banyak bermain di belakang layar. Salah satunya, ia menjadi produser konser sang ayah, akhir pekan lalu.

Dalam acara Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3 di Blue Jasmine, Jakarta, pada Kamis, (14/2), Gita mengungkapkan pentingnya pendidikan formal.

"Saya merasa terbuka pikiran terhadap hal-hal yang baru. Waktu saya S1 mengambil program studi Ekonomi lalu pas S2 ternyata ada program Ekonomi Kreatif. Nah, jadi saya baru tau ternyata bisa dikombinasikan antara ekonomi dan bidang industri kreatif yang merupakan bidang yang selama ini saya geluti. Jadi memang membuka pada sesuatu yang baru," tutur perempuan yang menyabut penghargaan Pendatang Baru Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2008 ini.

Gita, menambahkan, jika pendidikan membuatnya bisa semakin mengembangkan diri dan tingkat disiplin. Pendidikan formal membuat dirinya semakin berpikiran terbuka. Sebba itu Gita mengaku sangat senang ketika semakin banyak kesempatan terbuka bagi perempuan Indonesia untuk meraih pendidikan setinggi mungkin.

Dalam acara tersebut pun diumumkan program beasiswa bertajuk Bintang Beasiswa 3 yang dijalankan oleh  Fair & Lovely melalui komitmen Unilever Sustainable Living Plan (USLP) bekerja sama dengan Hoshizora Foundation.

Dalam program beasiswa ini terdapat beberapa program pendampingan bagi para penerima manfaat beasiswa. Pada tahun pertama, beasiswa memfokuskan pada pembangunan karakter. Karakter di sini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dalam menyusun perencanaan dan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan perkuliahan.

Lalu tahun kedua menanamkan pola berpikir kritis dan kontribusi di komunitas. Pada poin ini ditanamkan pemahaman mengenai pentingnya peranan wanita di lingkungan sosialnya. Sementara itu, pada tahun ketiga memfokuskan pada perencanaan karier dan aktivitas magang. Lalu program ditutup pada tahun keempat dengan prinsip siap karier dan siap dalam berkarya.

"Tahun ini Bintang Beasiswa kembali memberikan beasiswa kepada 50 wanita Indonesia. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dan sudah menyasar seluruh wanita di Indonesia," ujar Amarylis Esti selaku Head of Marketing Face Care Category PT Unilever Indonesia, TBK. (M-1)

BERITA TERKAIT