BNNK Cianjur dan BNNP Jabar Gagalkan Peredaran 26 Kg Ganja Kering


Penulis: Benny Bastiandy - 14 February 2019, 13:07 WIB
MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat dan BNNK Cianjur menggagalkan peredaran ganja kering seberat 26 ribu gram atau 26 kilogram yang sudah dibungkus dalam 25 paket. Paket ganja kering itu berasal dari wilayah Sumatra Utara yang akan diedarkan di wilayah Cianjur.

"Kejadiannya pada 17 Januari. TKP-nya di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet," kata Kepala BNNK Cianjur, AKB Basuki, kepada wartawan di Pendopo Cianjur, Kamis (14/2).

Pengungkapan kasus itu, lanjut Basuki, berawal ketika BNNK Cianjur mendapat informasi bakal ada transaksi serah terima narkoba jenis ganja kering di Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan berkoordinasi dengan BNNP Jawa Barat.

"Setelah pasti, kami langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap dua orang tersangka. Dari mereka, kami menemukan 25 paket ganja kering seberat 26 ribu gram," tuturnya.

Dua tersangka pengedar ganja tersebut yakni HR alias Dede, 23, warga Desa Palasari Kecamatan Cipanas dan YAS, 31, warga Desa Batulawang Kecamatan Cipanas. Kedua tersangka berupaya mengelabui paket ganja kering yang ditutupi ikan teri.

"Modus operandi yang digunakan kedua tersangka dilakukan dengan cara membungkus ganja kering dengan ikan teri. Jadi ganjanya disimpan di bawah teri. Mereka berkamuflase supaya bau ganjanya tak tercium. Namun kami tak kecolongan," ungkap Basuki.

Baca juga: Truk Modifikasi Angkut Ganja 1,5 Ton

Saat ini, kedua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di BNNK Cianjur. Sedangkan proses penyelidikan kasusnya ditangani BNNP Jawa Barat.

"Dengan digagalkannya peredaran sebanyak 26 ribu gram atau 25 paket ganja kering, kami berhasil menyelamatkan sebanyak 156 ribu warga Cianjur dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," pungkasnya.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT