Pemilik Stasiun Migo tidak Khawatir Ancaman Tilang


Penulis: M Ilham Ramadhan Avisena - 14 February 2019, 12:21 WIB
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

BEBERAPA stasiun penyewaan sepeda listrik (selis) yang dikelola Migo mengaku tidak khawatir akan kehilangan penyewa terkait wacana tilang yang akan dilakukan kepolisian kepada pengguna Migo.

Hal itu diungkapkan Ajeng, salah satu penyedia stasiun selis Migo.

"Ya itu urusan perusahaannya. Kalau memang tetap diminta kerja sama, ya saya terus sediain tempat. Kalo emang ditutup ya saya kehilangan penghasilan," ujar pemilik stasiun JKT 10126 di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, saat disambangi Media Indonesia, Kamis (14/2).

Ia mengatakan hanya bertanggung jawab soal kesedian tempat dan isi ulang daya selis tersebut.

"Saya kan cuma nyediain tempat, ngerawatnya ya cuma dibersihin aja, kalau batrenya abis ya kita cas," kata dia.

Ia tidak memungkiri adanya penyewa yang keras kepala untuk memberikan selis tersebut digunakan anak-anak.

Baca juga: MRT Fase II masih Terganjal Rekomendasi Setneg

"Kan ini penyewa kalo mau daftar aja di aplikasinya mesti pakai nomor KTP, jadi anak-anak seharusnya tidak boleh dikasih," tambah Ajeng.

"Tapi ya kadang ada saja ibu-ibu yang ngizinin anaknya buat make, alesannya udah sering bawa motor. Saya udah kasih tau, cuma kalo ibunya ngasih kan saya gak bisa ngelarang," jelas Ajeng.

Hal senada disampaikan pemilik stasiun di kawasan Manggarai.

"Ya kadang anak-anak yang pakai kalo hari libur, tapi lebih sering ibu-ibu untuk antar jemput anak sekolah," ujar pemilik stasiun yang menolak disebutkan namanya.

Menurutnya, selis Migo ikut membantu mengurangi polusi di Ibu Kota.

"Ini menurut saya menunjang keinginan pemerintah untuk mengurangi polusi," jelasnya.

Menanyakan lebih jauh soal penghasilan, Ajeng mengatakan, Migo memberikan biaya operasional tiap bulannya.

"Gak ada keuntungan, cuma kan dikontraknya dikasih uang operasional, sebulan Rp3 juta," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT