Ungkap Pembunuhan WNI, PDRM Minta Sejumlah Penguat Barang Bukti


Penulis:  Ferdian Ananda Majni - 12 February 2019, 22:40 WIB
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KAROPENMAS Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) terkait pembunuhan dua warga negara Indonesia yang ditemukan tewas di daerah Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Bahkan otoritas setempat meminta Kedubes RI di Malaysia untuk memberikan sejumlah penguat barang bukti.

"Dari hasil komunikasi dengan otoritas Malaysia, pihak PDRM meminta beberapa bukti tambah dalam rangka memperkuat identifikasi korban yang diduga atas nama Nuryanto dan saudara Ai Munawaroh," kata Dedi, di Gedung PTIK Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Data-data yang diminta PDRM akan dilengkapi KBRI antar lain dari sidik jari. Kata Dedi, kebetulan sidik jari yang diketemukan di TKP baru satu tangan.

"Diidentifikasi tangan itu tangan laki-laki. Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik saudara Nuryanto," sebutnya.

Kemudian, pihaknya juga masih akan berikan informasi detail dari hasil percakapan WhatsApp. Karena dari PDRM menyebutkan telah menangkap dua terduga pelaku warga negara Pakistan yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut.


Baca juga: Polri Bantu Otoritas Malaysia Identifikasi Jenazah WNI


"Dari pihak Malaysia meminta informasi transaksi rekening keuangan rekening BCA atas nama saudara Nuryanto. Itu juga akan kita berikan. Penguatan alat bukti tersebut sangat penting ungkap kasus ini setuntas-tuntasnya," terangnya.

Dedi belum bisa memastikan, pelaku pembunuh kedua WNI dilakukan oleh rekan bisnis korban. Meskipun demikian, pihaknya akan terus mendukung otoritas Malaysia guna mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

"Itu didalami. Itu ranah PDRM yang bertanggung jawab setuntas-tuntasnya peristiwa mutilasi yang kebetulan korban WNI. Dari kepolisian bantu support sepenuhnya apa yang dibutuhkan PDRM melalui KBRI dan Kemenlu," pungkasnya.

Sebelumnya, pengusaha garmen asal Bandung, Nuryanto, dan temannya Ai Munawaroh menjadi korban mutilasi di Malaysia.

Hermawan, salah seorang anggota tim pengacara Nuryanto, mengatakan, pihaknya menerima informasi itu dari Kepolisian Malaysia. Jenazah orban ditemukan 27 Januari 2019 di Sungai Buloh, Malaysia. (OL-1)

BERITA TERKAIT