Umat Islam Indonesia Diimbau Tetap Bersatu meski Berbeda Pilihan


Penulis: Syarief Oebaidillah - 12 February 2019, 21:25 WIB
Ist
Ist

MENJELANG pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) yang digelar pada 17 April 2019, dinamika politik dalam negeri menghangat, bahkan memanas. Kontestasi politik lima tahunan ini tampak sensitif, sehingga masyarakat mudah tersulut.

Dukung mendukung antarkelompok pun tidak terhindarkan. Ironisnya, di antara mereka, khususnya sesama umat Islam, saling menghujat. Bila hal ini terus dibiarkan, maka berpotensi terjadinya disharmonisasi antarmasyarakat dan umat beragama.

Terkait situasi politik tersebut, Al Habib Ali Zainal Abidin, yang merupakan keturunan langsung atau cicit dari Syech Sayyid Mbah Priok, menyerukan umat Islam tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

"Persoalan politik adalah hal keduniawian, untuk itu kita tidak boleh berpecah gara-gara berbeda pilihan. Kalau umat Islam pecah belah, nanti ada yang 'tepuk tangan'. Jadi, jangan sampai pilpres ini menjadikan kita saling hujat satu sama lain," kata Habib Ali saat ditemui di Majelis Tadzkir Alhabib Ahmad bin Zein Alhaddad atau Gubah Al Haddad (Maqom Mbah Priok) di Jalan Keramat Situs Sejarah Tanjung Priok, Koja, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (12/2), Habib Ali mengutarakan bahwa tugas Habib adalah menjaga persatuan dan kesatuan umat secara keseluruhan. Bahkan, menjaga bangsa ini dari segala rongrongan akidah. Sesama Islam adalah bersaudara.

Namun demikian, sudah menjadi sunnatullah karena Nabi Muhammad SAW juga pernah mengingatkan bahwa Islam akan memiliki banyak cabang, satu sama lain saling membanggakan golongan masing-masing. Dan tanda-tanda datangnya akhir zaman adalah munculnya fitnah dan berita sesat.


Baca juga: Santri Ikut Kiai dan Pilih Jokowi-Amin


"Bahkan saya saja tinggal di sini bukan berarti nyaman. Banyak serangan dan fitnah yang datang. Tapi kita sikapi dengan santun dan memohon perlindungan dari Allah," ungkap Habib Ali.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu yang berkembang di media sosial. Seperti banyaknya kabar bohong atau hoaks.

"Menghadapi hoaks yang bertebaran saat ini, kita harus bertabayyun dulu bila menyikapi sebuah pemberitaan, selanjutnya kita kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya," ujarnya.

Terkait pemililu, baik Pileg maupun Pilpres, ia mengajak masyarakat agar beristikharah. Kemudian memohon kepada Allah dan minta petunjuk pilihan yang terbaiknya.

"Kita kembalikan kepada Allah, mana pemimpin yang baik. Namun dalam konteks ini, kami tetap netral," imbuh Habib.

Habib pun kembali menekankan, agar umat Islam tetap bersaudara meski berbeda pilihan politiknya.

"Sudahilah berpolemik masalah berbeda pilihan. Jangan kita pecah belah gara-berbeda pilihan politik, urusan akhirat lebih penting daripada urusan duniawi," pungkas Habib Ali. (RO/OL-1)

 

BERITA TERKAIT