Polri: 27 TKP Pembakaran Ranmor di Jateng Punya Pola Serupa


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 12 February 2019, 20:56 WIB
ANTARA
 ANTARA

KAROPENMAS Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) Mabes Polri menganalisis alat bukti yang ditemukan dalam kasus pembakaran kendaraan oleh orang tidak dikenal senah di Jawa Tengah.

"Timsus terus kerja keras khususnya dari labfor inafis yang melakukan analisa beberapa CCTV yang sudah didapat satgas," kata Dedi, di PTIK Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).

Dedi menyebut, pihaknya masih berupaya mencari pelaku pembakaran dengan menggunakan metode ilmiah.

"Kemudian juga Labbfor Inafis mencari rekam jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku. Seperti bahan bakar," sebutnya.

Dari beberapa tempat kejadian perkara. Pihak juga menemukan, bahan bakar yang sama digunakan untuk melakukan aksi tersebut.

"Dari beberapa TKP itu menggunakan satu jenis bahan bakar. Apakah juga ditemukan sidik jari, itu sedang didalami tim inafis," paparnya.

Dedi menegaskan, terdapat 27 tempat kejadian perkara pembakaran di Jawa Tengah, tersebar mulai Semarang, Ungaran, dan hingga Grobogan. Total ada 30 kendaraan yang dibakar. Rinciannya 20 mobil dan sisanya motor.

"Polanya sudah dapet. Dari 27 TKP polanya sama dan bahan bakar yang digunakan sama," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, pembakaran sejumlah kendaraan bermotor di Jawa Tengah merupakan tindakan kelompok kecil yang ingin menebar teror bahkan tidak ada kaitannya dengan dendam dan hubungan pribadi lainnya.

"Ini kan sebagian kecil kelompok yang ingin menyampaikan teror. Ada beberapa petunjuk karena hampir semua korban yang memiliki kendaraan bermotor tidak memiliki masalah," kata Iqbal, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Begitu juga dari hasil penyelidikan, telah ada 26 kasus pembakaran kendaraan bermotor di Jawa Tengah.

Namun diketahui bahwa para korban pembakaran kendaraan bermotor tidak memiliki hubungan pribadi atau hubungan lainnya terhadap pelaku teror.

"Kita sudah melakukan penyelidikan itu, tetapi kita tidak akan berhenti sampai di sini. Tim khusus strategi sudah kita bagi," paparnya.

Iqbal memastikan, kepolisian berupaya pengusutan kasus itu dengan membentuk tim khusus yang terdiri dari Bareskrim, Densus 88, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Jateng.

"Doakan segera dapat diungkapkan kasus ini, kita akan berkerja maksimal," tutupnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT