Pasien DBD yang Meninggal Bertambah


Penulis:  (PO/YK/LD/RF/AD/N-3) - 12 February 2019, 23:30 WIB
MI/Supardji Rasban
MI/Supardji Rasban

JUMLAH pasien demam berdarah de-ngue (DBD) di Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Begitu pun dengan jumlah pasien yang meninggal akibat DBD. Terakhir pasien yang meninggal Anastasia Clarita Ina, 4, warga Kelurahan Lamba Napu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, di RS Lindimara, Waingapu.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur dokter Chrisnawan Try Haryantana­, kemarin, menyebutkan total yang meninggal akibat DBD di Sumba Timur menjadi delapan orang yang sebelumnya tujuh orang. Pasien DBD yang dirawat di tiga rumah sakit di Sumba Timur telah mencapai 338 orang.

Total yang meninggal akibat DBD di NTT sejak Januari-12 Februari bertambah menjadi 18 orang, dari sebelumnya 17 orang. Penambahan korban meninggal DBD memaksa pemerintah daerah tersebut bekerja keras untuk membasmi sarang jentik nyamuk DBD.
Di Kabupaten Tuban, Jatim, warga yang terjangkit DBD juga meningkat. Pada Januari terdapat 149 penderita, kini meningkat menjadi 192 dengan jumlah korban meninggal 2 orang.

Kepala Dinkes Banjarnegara Ahmad Setiawan mengatakan, kasus DBD di Banjarnegara mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada 2018, hanya 80 kasus. Namun, dari Januari hingga sekarang telah terjadi 22 kasus. Tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Baston, meminta semua pihak mewaspadai kasus DBD yang ada. “Musim penghujan, masyarakat mesti waspada terhadap DBD. Pada Januari 2019 ada 31 kasus DBD di Kota Pangkalpinang,” kata Baston. (PO/YK/LD/RF/AD/N-3)

BERITA TERKAIT