Tiket Mahal Pesawat dan Bagasi Berbayar Dibahas Presiden Besok


Penulis: Dwi Apriani - 12 February 2019, 20:35 WIB
ANTARA FOTO/Feny Selly/pd.
ANTARA FOTO/Feny Selly/pd.

HARGA tiket pesawat yang masih melambung serta bagasi berbayar kini terus menjadi polemik. Hal itu disebut-sebut karena dampak dari harga avtur yang tinggi.

Dalam mencari solusi ini, Rabu (13/2) besok rencananya Presiden Joko Widodo akan membahas ini bersama pihak terkait. Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (12/2).

"Besok ada rapat tentang itu, saya yakin Pak Presiden pasti berikan yang terbaik. Sekarang dua-duanya baik ya, tapi lebih baik memang kalau itu ada kompetitor," kata dia.


Baca juga: JK: Kenaikan Tarif Tiket Pesawat akibat Persaingan tidak Sehat


Untuk tiket pesawat yang kini naik cukup tinggi, pihaknya akan duduk bersama dengan pihak maskapai penerbangan.

"Saya menganjurkan untuk tarif itu lebih rendah, terutama Garuda. Jadi kalaupun ada kenaikan itu sedikitlah 10-15% saja. Untuk avtur, kalau Pertamina bisa menurunkan saya rasa tak ada masalah," katanya.

Sementara terkait pengaruh harga avtur terhadap operasional penerbangan, Budi menyebut hanya 8-10%. Sehingga penurunan avtur juga akan berpengaruh pada harga tiket itu sendiri.

"Pengaruh avtur terhadap penerbangan kira-kira 8-10%. Kalau avtur turun, pasti pengaruh ke harga tiket pesawat. Presiden sudah menyampaikan ini akan dibicarakan. Sudah kita tunggu nanti dari Pak Presiden. Termasuk soal itu (bagasi berbayar)," tandasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT