Karyawan UMKM Diliburkan


Penulis: Rendy Ferdiansyah - 12 February 2019, 22:25 WIB
 ANTARA FOTO/Moch Asim
ANTARA FOTO/Moch Asim

DAMPAK mahalnya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar telah menyebabkan lima pelaku usaha di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), merumahkan sementara pekerjanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elviyena, meng­ungkapkan sudah ada lima pelaku usaha yang merumahkan pekerjanya karena omzet menurun drastis.  

“Kelompok usaha UMKM yang bergerak di toko oleh-oleh yang paling merasakan ini. Sudah ada 5 pelaku usaha yang menyampaikan ke saya, mereka terpaksa merumahkan pegawainya. Mereka kebanyakan pengusaha  makanan dan makanan ada batas waktunya. Saat ini orang membeli makanan sedikit karena bagasi berbayar,” kata Elviyena, Selasa (12/2)

Elviyena mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya agar pelaku UMKM di Babel tetap bertahan meski ada peningkatakan harga kargo, bagasi berbayar, dan harga tiket yang mahal.

“Kita sudah mengadakan pembicaraan dengan jasa pengirim­an untuk memberikan diskon khusus untuk UMKM dan ini nanti akan kita MoU-kan,” ungkap dia.

Ketua DPRD Provinsi Babel Didit Sri Gusjaya mengatakan pihaknya sudah mendatangi Kementerian Perhubungan tentang dampak harga tiket mahal dan bagasi berbayar. “Kita sudah ke Kemenhub untuk menyampaikan keluhan harga tiket pesawat ini. Kita ingin harga tiket turun. Kita juga ingin Menteri Perhubungan merevisi tarif batas bawah dan atas untuk tiket,” kata Didit.

Dari Sumatra Barat, naiknya harga tiket pesawat dan bagasi berbayar juga mendapat perhatian dari Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno. Ia pun telah melayangkan surat ke otoritas terkait, termasuk sejumlah pemilik maskapai.

“Pak Gubernur Sumbar telah melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan, Garuda,­ dan Lion beberapa waktu lalu. Namun, sampai sekarang belum ada jawaban,” ujar Wagub Sumbar, Nasrul Abit.

Menurutnya, jika ini berlangsung lama, tentu akan sangat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan tahun ini. “Kita berharap ada perhatian dari Menteri Perhubungan terhadap kenaikan harga tiket ini karena  akan berdampak pada dunia pariwisata Sumbar dan perkembangan UMKM,” terangnya.

Sementara itu, laporan operasional harian Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (9/2), disebutkan 36 penerbangan dari dan ke BIM terpaksa dibatalkan. Penyebabnya ialah rendahnya tingkat keterisian.

Atur jadwal
Pada bagian lain, naiknya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar berdampak terhadap hunian hotel. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak wisatawan lokal terpaksa mengatur ulang jadwal kunjungan mereka sampai harga tiket turun.

“Terutama wisatawan lokal, ada yang mengatur ulang jadwal kunjungan karena kenaikan harga tiket pesawat,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata NTT, Abed Frans. (YH/PO/RK/YP/PS/N-2)

 

BERITA TERKAIT