Empat Nelayan masih Dicari


Penulis:  (CS/YH/RF/RK/LD/N-2) - 12 February 2019, 22:20 WIB
ANTARA FOTO/Lazuardy Fahmi
ANTARA FOTO/Lazuardy Fahmi

SEBANYAK empat nelayan asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dinyatakan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi, KM Sinar Laut tenggelam di perairan Sadewa, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat.

Kasatpolairud Polres Karawang, AKP Sitorus, mengatakan kapal Sinar Laut ialah kapal asal Indramayu tenggelam pada Minggu (10/2). “Namun, pihak kepolisian baru menerima laporan pada Senin (11/2) malam. Kapal tenggelam saat para anak buah kapal sedang asyik memancing cumi-cumi,” terang Sitorus, Selasa (12/2).

Nakhoda kapal, Supardi menurunkan jangkar di sekitar perairan Sadewa. Tiba-tiba datang ombak besar dan menerjang kapal mereka. Kapal terbalik, nakhoda dan sembilan ABK ikut tercebur. “Enam orang dapat diselamatkan, dan empat orang hingga kini masih hilang,” terangnya.

Empat orang yang masih dicari ialah Dray, 24, asal Paranti Indramayu, Husni, 19, dan Asep, 35, asal Kali Kulon Indramayu, serta Ahmad, 18, asal Jenguk Indramayu.

Terkait dengan gelombang laut tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan adanya potensi gelombang tinggi pada tiga hari ke depan. Gelombang tinggi antara 2,5 meter-4 meter.Masih terkait dengan bencana, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara terus memantau tanah bergerak di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, yang telah merusakkan belasan rumah di desa setempat.

Camat Punggelan, Andri Mukti Sasongko, mengatakan berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya ialah menutup rekahan-rekahan tanah  berbentuk tapal kuda dengan panjang 250 meter. “Dengan penutupan rekahan tanah diharapkan jika hujan tidak akan masuk ke rongga tanah,” kata Andri.  

Selain banjir, kebakaran hutan juga perlu diwaspadai. BPBD Riau menerima bantuan helikopter jenis Bell 412 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Helikopter sanggup mengangkut 500 liter bom air itu akan dipergunakan untuk kegiatan patroli karhutla di Riau.

“Helikopter sudah mengantongi izin operasi dan siap digunakan untuk patroli Karhutla,” jelas Kepala BPBD Riau Edwar Sanger. (CS/YH/RF/RK/LD/N-2)

BERITA TERKAIT