Jepang Butuh 500 ribu Perawat Manula asal Indonesia


Penulis: Ferdinand - 12 February 2019, 19:14 WIB
istimewa
istimewa

UNIVERSITAS Muhammadiyah Surakarta (UMS) menandatangani nota kesepahaman program magang kerja perawat manusia lanjut usia (manula) dengan salah satu konsorsium pengelola rumah sakit warga lansia di Jepang, Fuku Kyodou Kumiai.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UMS Sofyan Anif dan Chief Executive Officer (CEO) Fuku Kyodou Kumiai, Kuwada Ikono, di kampus UMS Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (12/2).

Sofyan Anif dalam sambutannya mengatakan usia harapan hidup masyarakat Jepang yang semakin baik membuat negara itu memiliki banyak manula. Seiring dengan itu, dibutuhkan banyak tenaga perawat untuk mengurus mereka.

Sofyan melihat ini sebagai sebuah kesempatan baik bagi alumni diploma 3 dan sarjana keperawatan dan kebidanan UMS yang ingin mencari pengalaman bekerja di Jepang. Terlebih jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sangat besar.

"Fuku menghendaki 400 ribu-500 ribu tenaga perawat. UMS tidak sanggup, karena itu kami juga melibatkan perguruan tinggi Muhammadiyah yang lain," kata Sofyan.

Program magang tenaga perawat warga lansia ini baru merupakan langkah awal. Ke depan UMS juga akan mengembangkan untuk bidang-bidang yang lain. Seperti teknik, pertanian, dan sebagainya.

"Sekarang tantangannya bagi kami, masih banyak mahasiswa yang tidak mau. Semoga dengan kunjungan petinggi Fuku ini bisa memberikan pemahaman yang lebih baik," kata Sofyan.

Kuwada Ikono yang datang bersama sejumlah petinggi Fuku lainnya sangat gembira atas penandatanganan nota kesepahaman dengan UMS. Dia berharap, nota kesepahaman itu dapat segera terealisasi. "Perawat asal Indonesia sangat disukai di Jepang, karena kinerjanya baik dan ramah," ungkapnya. (A-2)

 

BERITA TERKAIT