Menteri PUPR: Beberapa Tol di Indonesia Lebih Murah dari Malaysia


Penulis: Andhika Prasetyo - 12 February 2019, 13:34 WIB
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengimbau kepada seluruh pihak untuk menyertakan data yang valid dan lengkap ketika menyampaikan keterangan kepada publik.

"Ada yang bilang di Indonesia itu tarif tol paling mahal. Menurut BUJT (Badan Usaha Jalan Tol), itu tidak betul dan kami ada data," ujar Basuki di kantornya, Jakarta, Selasa (12/2).

Jika membandingkan antara tol di Indonesia dan Malaysia, memang terdapat banyak perbedaan, mulai dari tahun pembangunan hingga akhirnya bermuara pada tarif yang diterapkan. Maka dari itu, perbandingan yang dilakukan juga harus seimbang.

"Misalnya, yang di malaysia itu dibangun tahun berapa. Dibandingkannya dengan tol di Indonesia yang dibangun tahun berapa," tutur Basuki.

Jika perbandingan tarif dilakukan antara tol yang dibangun pada periode yang sama, bisa dikatakan tarif yang dikenai pada tol-tol tertentu di Indonesia lebih murah.

Seperti Tol Jagorawi yang harganya ditetapkan hanya sekitar Rp110 per kilometer (km) serta Tol Jakarta-Cikampek yang berkisar Rp200 per km.

"Kalau dibandingkannya dengan tahun investasi yang sama, kita lebih murah. Kalau dibandingkannya dengan tol yang baru, kita lebih mahal. Jadi tergantung melihatnya, bagaimana memanfaatkan data," jelasnya.

 

Baca juga: Jasa Marga Bidik Empat Proyek Tol Baru di Jawa

 

Untuk tarif Trans Jawa, Basuki mengakui tarif yang ditetapkan memang lebih mahal karena sebagian besar ruas dibangun baru-baru ini.

Sementara, jaringan jalan tol di Malaysia telah tersambung sejak lama sehingga nilai investasi yang dikeluarkan tentu lebih sedikit.

Jika dibandingkan 'Negeri Jiran', Indonesia memang terlambat dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan tol.

Pada 2017, ketika Indonesia masih memiliki jalur tol sepanjang 984 km, Malaysia sudah membangun jauh lebih panjang yakni mencapai lebih dari 3.000 km.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan bahwa tarif tol di Malaysia lebih murah dari tarif tol Indonesia.

Ia membandingkan tarif Kuala Lumpur-Johor Baru yang menurutnya hanya Rp490 per km dengan Trans Jawa yang mencapai Rp1.000 per km. (OL-3)

BERITA TERKAIT