Mantan Menteri BUMN Bela Program Jokowi Soal Infrastruktur


Penulis: Akmal Fauzi - 12 February 2019, 13:18 WIB
MI/AKMAL FAUZI
MI/AKMAL FAUZI

MANTAN Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng mendukung program pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, infrastruktur menjadi kebutuhan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan nagara lain.

Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, di Rumah Situbondo, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (12/2). Ia menegaskan, infrastruktur yang dibangun perlu disinergikan dengan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) di daerah.

“Yang paling penting memanfaatkan infrastruktur yang ada itu harus diikuti dengan kegiatan ekonomi. Maka Badan usaha milik rakyat (BUMR) yang di daerah itu harus dikembangkan,” kata Abeng, Selasa (12/2).

Abeng juga mempertanyakan kritik terhadap pemerintah soal prioritas infrastruktur. Menurutnya, prioritas infrastruktur menjadi kewajiban untuk bisa membangun perekonomian di Indonesia.

Baca juga: Optimalkan Teknologi dalam Penyelenggaraan Infrastruktur

Terlebih, kata Abeng, biaya infrastruktur di Indonesia salah satu tertinggi di dunia, bahkan pernah mencapai 26% dari produk domestik bruto (PDB).

“Dan saya kira harus diturunkan sekitar 18%. Jadi itu gak ada alternatif, kita tidak bisa membangun tanpa infrastruktur,” jelasnya.

Abeng menambahkan, setelah infrastruktur terbangun, pemerintah harus bisa mengoordinasikan dengan usaha kecil milik rakyat yang ada di daerah. Salah satunya dengan memberikan dana pengembangan usaha rakyat di daerah.

“Dan itu yang saya kembangkan. Kalau pemerintah mau membantu pengembangan usaha rakyat dia harus berpihak dengan menyediakan sumber pendanaan yang bisa terjangkau usaha kecil supaya bisa bersaing,” tuturnya.

Di lain sisi, ia mengapresiasi pemikiran Ma’ruf Amin dengan konsep ekonomi kerakyatan atau dikenal dengan Arus Baru Indonesia.

“Beliau punya pemikiran yang sama dengan saya. Maka itu kami berdiskusi bagaimana menbangun ekonomi berbasis BUMR,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT