Menangkan Jokowi-Amin, Puluhan LSM Gelar Deklarasi Damai


Penulis: Dwi Apriani - 12 February 2019, 12:30 WIB
MI/Dwi Apriani
MI/Dwi Apriani

DUKUNGAN untuk memenangkan pasangan calon Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin semakin banyak. 

Di Sumatra Selatan, Sekretariat Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Sumsel menggelar deklarasi damai dalam rangka menentang Berita Hoax, Isu Sara dan Hate Speech, Senin (11/2).

Koordinator Setgab LSM Sumsel, Hendri mengatakan ada puluhan LSM yang sudah bergabung untuk memenangkan paslon pasangan nomor urut 01. 

"Deklarasi damai untuk mendukung Jokowi-Amin, yang hadir cukup banyak hingga mencapai 600 orang yang terdiri dari 40 hingga 48 LSM," kata dia.

Adapun deklarasi ini mencakup 3 poin, yakni gabungan LSM Provinsi Sumsel mendukung Pileg dan Pilpres Tahun 2019 tanpa adanya Hoaks, Isu Sara, dan Hate Speech.

Gabungan LSM Provinsi Sumsel mendukung Presiden Jokowi bekerja membangun Sumsel dan sukses memajukan Indonesia.

Gabungan LSM Provinsi Sumsel juga mendukung Pemilu tahun 2019 di Provinsi Sumsel yang damai, demokratis dan bermartabat. Pihaknya telah mengadakan konsolidasi demokrasi dengan memberikan penjelasan terhadap LSM yang tergabung di dalamnya untuk melakukan ulang pendataan pengurus dan juga alat peragaan kampanye.

"Langkah memenangkan pasangan Jokowi dan Amin sudah kita lakukan, kita berharap hasil usaha ini akan maksimal sehingga kita dapat hantarkan 
pasangan ini unggul dibanding kompetitor nomor urut 2," jelasnya.

 

Baca juga: Erick Thohir Apresiasi Sikap Logis Kelompok Intelektual

 

Hendri membeberkan bahwa program unggulan yang telah diadakan oleh LSM ialah memberikan sosialisasi bedah figur Jokowi dan Ma'ruf Amin kepada masyarakat. Atas dasar LSM mempunyai kepengurusan di tingkat kecamatan, sehingga diputuskan untuk mengundang mereka dan menjelaskan langsung.

"Kami sepakat bahwa memang imbauan ini perlu dilakukan secara continue agar pihak yang berwenang seperti Kominfo, Dewan Pers dan PWI dapat segera melakukan pendisiplinan media- media dan memberikan wawasan kepada masyarakat berkenaan dengan apa itu Berita Hoaks, Isu Sara dan Hate Speech," tandasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT