Jaga Keberagaman, Jokowi Makin Dicintai Etnis Tionghoa Indonesia


Penulis: Akmal Fauzi - 12 February 2019, 10:15 WIB
MI/MOHAMAD IRFAN
MI/MOHAMAD IRFAN

KEPEMIMPINAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai mampu menjaga keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia. Hal ini yang membuat Jokowi semakin dicintai oleh etnis Tionghoa.

“Di kalangan Tionghoa Jokowi dianggap figur terbaik. Selain itu Jokowi juga dianggap simbol yang menjaga keberagaman di Indonesia,” kata Wakil Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Daniel Johan dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2).

Wakil Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, pada Pilpres nanti, iya meyakini sedikitnya ada 80% etnis Tionghoa akan memillih Jokowi. 

“Perkiraan Saya suara etnis Tionghoa yang memilih Jokowi dikisaran 80% sampai 90%, dari total etnis Tionghoa yang ada di Indonesia,” ujarnya

Selain akan memilih Jokowi, menurutnya, banyak dari etnis Tionghoa yang secara aktif mensosialisasikan atau berkampanye untuk Jokowi. 

“Sejauh ini TKN melakukan komunikasi dengan baik, tidak sedikit dari mereka yang ikut aktif berkampanye untuk Jokowi,” ujarnya

 

Baca juga: Timses Prabowo Terjerat Pidana Pemilu

 

Untuk program kerja untuk etnis Tionghoa, menurut Daniel memang tidak ada yang spesifik. Namun dengan komitmen menjaga keragaman, dan mempermudah dalam izin usaha, secara tidak langsung etnis Tionghoa juga merasakan dari kebijakan tersebut, walaupun ini kebijakan umum untuk semua

Selain dukungan aktif dari etnis Tionghoa mengharapkan Jokowi bisa melanjutkan kepemimpinan. Para Calon anggota legislatif (Caleg) dari PKB, kata Daniel juga sudah menjalin komunikasi dengan TKN agar selama kampanye di Daerah Pemilihan (Dapil) mereka juga ikut mengakampanyekan Jokowi termasuk di dapilnya, Kalimantan Barat (Kalbar).

“Di Kalbar banyak warga termakan hoaks, bahwa Jokowi anti Islam. Ini yang harus terus kami sosialisasikan bahwa itu hanya hoaks,” tegasnya

Ia juga mengapresiasi kerja TKN di kepemimpinan Erick Thohir. Menurutnya, tantangan TKN saat ini yakni menjaga yang sudah mendukung Jokowi dan meyakinkan yang masih mengambang yang jumlahnya sekitar 20% dari berbagai lembaga survei.

“Walau dalam berbagai survei Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul, namun jangan sampai kejadian di Pilpres Amerika maupun di Pilkada Jakarta. Walau secara survei unggul namun hasilnya justru sebaliknya,” ujarnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT