TKD Lakukan Operasi Tangkal Hoaks


Penulis: Dwi Apriani - 12 February 2019, 08:45 WIB
MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani

TIM Kampanye Daerah (TKD) pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mendatangi rumah-rumah warga untuk meminta dukungan.

Ketua TKD Sumatra Selatan, Syahrial Oesman, mengatakan, selain menjelaskan program kerja, kebijakan door to door tersebut  sekaligus menyosialisasikan informasi terkait dengan capres nomor urut 01 yang sering kali diserang hoaks.

“Ini bagian dari strategi kami. Kami berkomitmen memenangkan Jokowi-Amin. Karenanya upaya seperti ini pun akan dilakukan secara kontinu,” katanya di Palembang, kemarin.

Ia menjelaskan, selain pengurus TKD, aksi tersebut dibantu 300 relawan lainnya. Bukan satu kali ini saja, kegiatan ketuk pintu juga aktif dilakukan tim di daerah ataupun relawan-relawan yang mendukung Jokowi-Amin dan benar-benar berkomitmen memenangkan pasangan itu.

Untuk tahap awal, pihaknya akan fokus ketuk pintu di area Palembang. Kali ini, ketuk pintu dilakukan di setiap kelurahan di Kecamatan Sako. “Alhamdulilah, dari sekian pintu yang diketuk, semuanya menyatakan mendukung Jokowi,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Sako, Idmaludin Fathian, mengutarakan dirinya baru mengetahui kebenaran dari isu yang selama ini beredar di sekitar masyarakat bahwa Jokowi bagian dari PKI dan anti-Islam.

“Baru tahu itu bohong. Tapi rata-rata masyarakat di sini percaya Jokowi itu PKI dan anti-Islam. Dengan penjelasan begini, saya menyadari dan harusnya masyarakat di sini juga mengerti dan tahu itu adalah hoaks,” kata dia.

Pada kesempatan lain, Kepala Bagian Kesra Kantor Wali Kota Padang Jamilus menyebutkan lembaga adat Minangkabau bisa memainkan peran mendi-nginkan ketegangan yang terjadi jelang Pemilu Serentak 2019.

“Melihat peranan lembaga adat di tengah-tengah masyarakat sangat penting, maka organisasi lembaga adat perlu dibenahi dan ditata agar peranannya betul-betul dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya di Padang, kemarin.

Disebutkan, dengan menguatkan peran lembaga adat, tentunya ada harap-an, kegandrungan masyarakat untuk menyebar dan memercayai berita bohong bisa diminalkan bahkan diredam. Apalagi orang Minang dulunya banyak melahirkan kaum cerdik pandai serta pemikir hebat. (DW/YH/P-4)

BERITA TERKAIT