Dukungan Alumni Wakili Kelas Menengah


Penulis: Rahmatul Fajri - 12 February 2019, 06:15 WIB
ANTARA FOTO/Audy Alwi
ANTARA FOTO/Audy Alwi

DUKUNGAN kalangan alumni sekolah menengah atas (SMA) ataupun perguruan tinggi terus mengalir ke pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Dukungan terakhir kepada pasangan Jokowi-Amin disampaikan alumni SMA di Jakarta yang tergabung dalam Alumni SMA Jakarta Bersatu. Kelompok alumni itu terdiri atas lulusan sejumlah sekolah di Jakarta, seperti SMAN 70, SMAN 68, SMA Tarakanita, SMAN 7, SMA Marsudirini, dan SMAN 55.  

Sebelumnya, pasangan Jokowi-Amin juga menerima deklarasi dukuungan dari sejumlah kelompok alumni perguruan tinggi, antara lain dari Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia, serta universitas lain di sejumlah daerah.

Dukungan senada juga diterima pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari sejumlah kelompok alumni.

Menurut pengamat po­litik dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan, maraknya deklarasi dukungan alumni semacam itu tidak serta-merta me-ngerek elektabilitas kedua paslon. Menurut dia, dukungan dari kalangan masyarakat menengah ke atas tersebut merupakan simbol, citra, dan kekuatan.

“Deklarasi itu belum menunjukkan kekuatan elektoral. Baru menunjukkan simbol, citra, dan kekuatan dari kedua kubu,” kata Djayadi, kemarin.

Meski demikian, Djayadi mengatakan dukungan dari berbagai alumni itu penting karena mempunyai kekuatan elektoral jika dimaksimalkan dengan baik. Ia menilai alumni perguruan tinggi bagian dari kalangan masyarakat menengah ke atas yang berpengaruh dan bisa menggaet pemilih, terutama yang belum menentukan pilihan.

Elektabilitas
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Amin, Ace Hasan Syadzily, mengklaim dukungan kalangan alumni sangat berpengaruh terhadap peningkatan elektabilitas capres. Ia mengatakan dukungan alumni merupakan fenomena arus baru politik di Indonesia. Pasalnya, barisan alumni bisa menarik pemilih, khususnya bagi yang belum menentukan pilihan.

“Kebangkitan kelas menengah terdidik untuk stand up bersama Pak Jokowi akan memengaruhi swing ­voters yang masih ragu dengan pilihannya dan undecided voters yang belum menentukan pilihan,” kata Ace, kemarin.

Ia mengatakan jumlah undecided voters dan swing ­voters akan kian menipis sejalan dengan makin ­dekatnya waktu pemilihan.

Ace mengatakan selama ini kelas menengah memilih diam dan tidak menyampaikan pilihan secara terbuka. Akan tetapi, Ace menilai mereka gerah melihat model kampanye sandiwara dan juga tidak takut dengan model propaganda ala firehose falsehood.

Wakil Ketua TKN, Moeldoko, menyatakan pihaknya tidak pernah memobilisasi kelompok alumni untuk mendukung pasangan nomor 01. Menurut Moeldoko, pihaknya tidak memiliki target mengumpulkan dukungan kalangan perguruan tinggi maupun sekolah. (Pol/X-6)

BERITA TERKAIT