Pasukan Kurdi Gelar Serangan Pemungkas


Penulis: Yan/I-2 - 12 February 2019, 02:40 WIB
Fadel SENNA / AFP
Fadel SENNA / AFP

PASUKAN yang didukung Amerika Serikat (AS) terkunci dalam pertempuran sengit pada Minggu (10/2) saat mereka bertempur melawan bagian terakhir dari kekhalifahan kelompok Negara Islam (Islamic State/IS) di Suriah timur.

Seperti diketahui, kelompok ji­hadis tersebut menyerbu dan me­nguasai sebagian besar wilayah negara itu dan tetangganya, Irak, pada 2014. Namun, sejak saat itu pula berbagai serangan militer te­lah mereduksi wilayah yang di­kuasai IS hingga kini menjadi hanya sepetak di perbatasan Irak.

Pasukan Demokrat Suriah (SDF), yang didukung koalisi yang dipimpin­ AS, melakukam serang­an terakhir untuk merebut kembali kantong jihadis sejak Sabtu (9/2) malam.

Serangan pemungkas itu dilakukan setelah jeda lebih dari sepekan untuk memberikan kesempatan kepada warga sipil melarikan diri guna menghindari perang.

Seorang komandan lapangan SDF mengatakan pertempuran se­ngit sedang berlangsung pada Ming­gu pagi. “Ada bentrokan he­­bat ber­langsung saat ini. Kami te­lah melancarkan serangan dan para pe­juang terus bergerak ma­ju,” ka­tanya kepada AFP.

Di sisi lain, kelompok pengamat Suriah untuk hak asasi manusia menerangkan pesawat koalisi dan artileri terus membombardir posisi para jihadis.

“Pertempuran sedang berlangsung. Ada bentrokan berat pagi ini dan ranjau darat terlihat meledak,” kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatory yang berbasis di Inggris.

Sebagai informasi, SDF telah meluncurkan serangkaian serangan militer untuk mengusir kelompok IS dari provinsi timur yang ka­­ya minyak, Deir Ezzor, pada Sep­­­tember. Aliansi militer yang dipimpin kelompok Kurdi tersebut sejak saat itu telah meruntuhkan wilayah yang dikuasai para jihadis menjadi hanya 4 kilometer persegi di tepi timur Sungai Eufrat.

Sejauh ini, diperkirakan terdapat 600 jihadis masih bercokol dan melakukan perlawanan dari kantong terakhir IS tersebut. Me­­nurut juru bicara SDF Musta­fa Ba­­li, kebanyakan dari mereka ialah orang-orang asing yang ikut bertempur membela IS.

“Sejak pertempuran meningkat pada Desember lalu, lebih dari 37 ribu orang yang sebagian besar ialah istri dan anak-anak dari pa­­ra jihadis telah melarikan diri ke daerah gurun yang dikuasai SDF,” kata Rami.

Jumlah tersebut termasuk sekitar 3.400 yang diduga pasukan jihadis yang kini ditahan tentara SDF. Pada puncak kekuasaan me­reka, para jihadis memaksakan interpretasi brutal terhadap hukum Islam di wilayah yang membentang di beberapa bagian Suriah dan Irak yang kira-kira se­­ukuran wilayah Inggris.

Namun, dengan gencarnya se­­rangan-serangan militer seca­­ra terpisah di Irak dan Suriah, ter­masuk yang dilakukan pa­­sukan SDF, telah memberikan hasil signifikan.

Para musuh IS kini telah merebut kembali sebagian besar wilayah kekhalifahan lintas-perbatasan yang mereka nyatakan pada 2014. (Yan/I-2)

BERITA TERKAIT