Benturan Bima Sakti dengan Andromeda Molor 600 Juta Tahun


Penulis: Suryani Wandari Putri Pertiwi - 12 February 2019, 09:15 WIB
AFP PHOTO / Ye Aung THU
 AFP PHOTO / Ye Aung THU

Warga Bumi bisa bernafas lega. Tabrakan antara galaksi yang kita huni, Bima Sakti, alias Milky Way, dan Galaksi Andromeda, ternyata baru mungkin terjadi 600 tahun lebih lama dari prediksi awal.

Sejak lima tahun lalu, para astronom telah memperkirakan Galaksi Andromeda atau essier 31 (M31) akan menabrak galaksi Bima Sakti. Diteliti menggunakan Hubble Space Telescope milik NASA, tabrakan itu akan berlangsung sekitar 3,9 miliar tahun mendatang yang akan dimuali dengan serangkaian pertemuan yang akan memercikkan pita bintang dan gas melintasi ruang angkasa, dan berakhir dengan dua galaksi yang bergabung menjadi satu, supergiant globe of stars.

Namun, baru-baru ini, peneliti telah merevisi perkiraan itu. Rupanya galaksi Andromeda melaju sekitar 20 mil per detik dan menuju arah Bima Sakti dengan jalan berliku sehingga tidak akan tiba selama 4,5 miliar tahun lagi, menurut sebuah makalah di Astrophysical Journal.

"Hasil sebelumnya menunjukkan tabrakan yang lebih langsung, dan hasil baru menunjukkan pukulan yang lebih tajam," tulis Roland van der Marel, dari Space Telescope Science Institute yang dilansir dari laman NYTimes.com, Senin (11/2).
Meskipun begitu, kejadian asli nantinya tidak akan tampak mengerikan seperti deskripsi tersebut. Hal itu dikarenakan sebagian besar galaksi adalah ruang kosong sehingga mereka akan melewati satu sama lain seperti hantu. Peluang bintang atau planet yang benar-benar bertabrakan adalah kebalikan dari astronomi, kata para astronom.

Namun, gravitasi akan mengganggu bintang-bintang dan menabraknya di angkasa dalam pita yang luas dan spektakuler. Akhirnya bintang-bintang akan mengumpulkan diri mereka sendiri menjadi galaksi elips raksasa.
Sementara itu, lubang hitam supermasif yang menjangkar inti setiap galaksi akan menemukan satu sama lain dan perlahan-lahan melingkar ke dalam. Pada akhirnya, mereka akan bertabrakan.

Lalu apa yang terjadi dengan Bumi pada saat itu? Jika 4,5 miliar tahun lagi Bumi masih ada, Matahari diprediksi telah mengembang menjadi raksasa merah dan menjadikan temperatur di Bumi super panas. (Wan/M-2)

BERITA TERKAIT