Maksimalkan Dukungan Alumni Ke Akar Rumput


Penulis: Rahmatul Fajri - 11 February 2019, 21:05 WIB
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

DUKUNGAN dari sejumlah alumni perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan menengah ke calon presiden-calon wakil presiden Pilpres 2019 tidak serta-merta bisa menaikkan elektabilitas pasangan calon.

Pengamat Poliyik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, dukungan dari kalangan menengah ke atas itu hanyalah berupa simbol, citra, dan kekuatan.

"Deklarasi itu belum menunjukkan kekuatan elektoral. Baru menunjukkan simbol, citra, dan kekuatan dari kedua kubu," kata Djayadi ketika dihubungi, Senin (11/2).

Karena itu, dukungan dari alumni tersebut harus bisa dimaksimalkan agar jangan hanya berhenti sebatas deklarasi saja.

"Kalau cuma deklarasi, ya apa gunanya, kan yang deklarasi sedikit, katakanlah sepuluh ribu, tapi kan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan total pemilih," kata Djayadi.

Baca juga : TKN: Deklarasi Alumni Murni Gerakan Masyarakat

Djayadi mengaku belum bisa memastikan akan ada efek elektoral dan pergeseran dukungan politik setelah adanya dukungan alumni dari berbagai kampus kepada masing-masing paslon.

Meski demikian, Djayadi mengatakan dukungan dari berbagai alumni tersebut penting, karena mempunyai kekuatan elektoral jika dimaksimalkan dengan baik.

Ia menilai alumni perguruan tinggi yang merupakan bagian dari kalangan masyarakat menengah ke atas mempunyai pengaruh yang bisa menggaet pemilih, terutama bagi mereka yang belum menentukan pilihan.

Karenanya terpenting setelah deklarasi adalah upaya yang dilakukan pendukung untuk memenangkan paslon.

"Pentingnya itu setelah deklarasi, pendukung itu bergerak sebagai influencer grup, kelompok yang bisa memengaruhi orang lain. Kalau mereka bergerak dan militan akan berpengaruh, terutama bagi mereka yang belum menentukan pilihannya," kata Djayadi. (OL-8)

BERITA TERKAIT