Debat Kedua Jadi Momentum Yakinkan Publik


Penulis: Insi Nantika Jelita - 11 February 2019, 18:22 WIB
MI/Ramdani
MI/Ramdani

DEBAT kedua capres diharapkan bisa memberi keyakinan kepada publik terhadap visi misi yang ditawarkan oleh Jokowi dan Prabowo mengenai isu pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

"Ini momentum yang tepat kedua pasangan beri keyakinan kepada publik untuk menjawab keraguan selama ini. Seperti yang kita tahu selama kampanye mereka berdua kurang memberi penekanan visi misi yang ingin mereka perbuat di lima tahun mendatang,"ungkap Pakar komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Gun Gun Heryan saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Senin (11/2).

Pada debat pertama, Gun Gun merasa tidak puas terhadap pernyataan yang dilontarkan kedua capres. Sebagai debat presidensial, ia mengharapkan kedua capres memaparkan argumen yang prospektif dan bisa mengeleborasi data-data.

"Debat Ini kan debat presidensial, seharusnya prospektif. Selama ini juga mereka dianggap tidak mengeleborasi data yang lengkap.Harapan masyarakat tinggi untuk debat kedua nanti, karena sudah tidak ada lagi kisi kisi terus ada disegmen lima memantik yang lebih substantif," jelasnya.

Kemudian Gun Gun menuturkan bahwa kedua capres memiliki kans untuk bisa menarik simpati publik. Karena menurutnya, topik energi, pangan, SDA, lingkungan hidup dan infrastruktur sangat jarang diperdebatkan diruangan publik.

"Coba saja publik seberapa tahu soal pembangunan infrastruktur yang dibangun Pak Jokowi dan untuk apa saja peruntukanya. Masalahnya kalau petahana tidak mampu meyakini publik, sebenarnya keberuntungannm ada di penantang,"ucapnya.

Lebih lanjut, Gun Gun juga menyoroti perihal gaya komunikasi kedua capres. Ia mengatakan, "Jangan menyerang di wilayah personal. Bagi penantang, yakni pak Prabowo enggak cukup menunjukan agresif saat debat. Untuk kubu incumbent pak Jokowi itu kekuatanya gaya komunikasinya yang asertif tapi jangan terlalu menyerang, itu jauh lebih baik."pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT