Pemerintah Komitmen Bantu TKI Bermasalah di Dubai


Penulis: Micom - 11 February 2019, 11:05 WIB
Ist
Ist

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Syafruddin, menegaskan, komitmen Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membantu masyarakat Indonesia yang terkena masalah termasuk, para tenaga kerja (wanita) Indonesia di luar negeri.

"Saya akan bicarakan permasalahan yang sedang dihadapi ini dengan kementerian dan lembaga terkait agar segera dapat diselesaikan. Karena negara pasti hadir untuk membela dan memberikan dukungan setiap warganya yang sedang bermasalah termasuk para TKW di mana pun berada," kata Syafruddin di hadapan para TKW yang sedang bermasalah di penampungan (shelter) Konsulat Jenderal RI Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (11/2).

Syafruddin menyempatkan diri bertemu dengan TKI di sela-sela kunjungan kerja mengikuti kegiatan World Goverment Summit. Sekitar 100 TKW Indonesia yang bermasalah, sementara ditampung di shelter Konsulat Jenderal RI Dubai, Uni Emirat Arab.

Para TKW yang mengalami masalah keimigrasian ini kebanyakan berasal dari Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan tersebut, Syafruddin mengingatkan agar setiap TKW yang ingin bekerja di kawasan Timur Tengah untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebelum berangkat.

"Kami akan bantu mencarikan solusi terkait masalah keimigrasian ini. Tapi tolong saudara-saudara juga melengkapi dokumen yang dibutuhkan sebelum pergi ke luar negeri. Jangan mudah termakan rayuan oknum majikan atau penyalur tenaga kerja yang nanti katanya bisa membantu," ujar mantan Wakapolri ini.

Ia menambahkan, para TKW seyogianya dapat bertanya kepada sesama rekan TKW yang telah sukses atau pun kepada aparat desa mengenai prosedur yang harus disiapkan dan dibutuhkan jika ingin bekerja di luar negeri. Sehingga saat sampai di negara tujuan, para TKW dapat bekerja dengan aman, terhindar dari masalah.

Menurut Konjen RI untuk Dubai, Ridwan Hassan, terdapat sekitar 125 ribu warga Indonesia yang tinggal di Dubai dengan berbagai profesi. Saat ini, Konjen Dubai menampung TKW bermasalah sebanyak 100 orang termasuk 2 balita.

"Mereka umumnya lari dari majikan atau overstay dan kini sedang tahap penyelesaian agar bisa kembali ke Tanah Air," ujar Ridwan. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT