Pengacara Pemprov Papua: Sespri Gubernur tidak Bisa Hadir


Penulis: Ferdian Ananda Majni - 11 February 2019, 14:48 WIB
MI/Susanto
MI/Susanto

PENGACARA Pemerintah Provinsi Papua, Stefanus Roy Rening, menjelaskan kedatangannya ke Polda Metro Jaya guna berkoordinasi terkait pemeriksaan sejumlah unsur Pemprov Papua. Pasalnya, mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap dua pegawai KPK beberapa waktu lalu.

"Teman-teman semua hari ini saya datang ke Dirkrimum Polda Metro Jaya guna berkoordinasi dengan unit 3 Jatanras sehubungan dengan panggilan saksi terhadap saudara Elpius sespri Gubernur Papua," kata Stefanus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Pria yang akrab disapa Roy itu menyebutkan sespri Gubernur Papua tidak bisa hadir karena harus mendampingi gubernur yang baru tiba dari pertemuan di Surabaya.

"Oleh karena itu, kita minta ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan karena pimpinan (dirkrimum) tadi belum ada makanya mempersiapkan jadwal berikutnya," sebutnya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry R Siagian telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sespri Gubernur Papua pukul 14.00 WIB siang nanti.

Baca juga: Lewat Kuasa Hukum, Gubernur Papua Bantah Aniaya Pegawai KPK

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan jika pelaku penganiaya terhadap pengawai KPK dilakukan oleh unsur Pemerintah Provinsi Papua.

"Iya, (pelaku dari unsur Pemprov Papua)," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Argo menyebut, berdasarkan keterangan saksi dan petunjuk, penyidik mendapatkan bukti permulaan yang cukup kuat terkait dugaan pelaku.

"Kita dapatkan bukti dan rencana minggu depan kita lakukan pemanggilan terhadap yang diduga pelaku tersebut," sebutnya.

Meskipun demikian, Argo tidak merinci total pelaku penganiaya dan keterlibatan masing-masing saat terjadinya keributan hingga berujung kekerasan tersebut.

"Kita belum bisa memastikan berapa ya, nanti kita tunggu saja bagaimana agenda penyidiknya untuk memeriksa atau memanggil beberapa saksi," lanjutnya.

Argo Yuwono mengatakan, berdasarkan hasil visum tim dokter diketahui kedua pengawai KPK mengalami luka di bagian hidung.

"Kita sudah mendapat, menerima visum dari dokter bahwa dalam visum itu disebutkan ada luka dibagian hidung," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Diketahui, Biro Hukum KPK melaporkan sejumlah pihak yang diduga telah menganiaya kedua pegawainya yakni Muhamad Gilang Wicaksono dan Indra Mantong Batti saat menjalankan tugas. Keduanya diduga dianiaya di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/2) tengah malam.

Pelapor menggunakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 211 KUHP dan Pasal 212 KUHP tentang melawan dan menghalangi tugas aparatur negara. Saat ini kasus tersebut telah naik ke tingkat penyidikan.(OL-5)

BERITA TERKAIT