Puluhan Ribu Pejuang ISIS Masih Tersebar di Suriah dan Irak


Penulis: Tesa Oktiana Surbakti - 11 February 2019, 13:00 WIB
Ilustrasi
 Ilustrasi

KOMANDAN tinggi Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan kelompok militan Negara Islam (ISIS), membenarkan masih ada puluhan ribu pejuang ISIS yang tersebar di Suriah dan Irak. Pernyataan tersebut mendukung penilaian komunitas intelijen AS.

"Mereka sudah dibubarkan, tetapi kepemimpinan masih ada. Ada pejuang, ada fasilitator di sana," ujar Jenderal Joseph Votel kepada wartawan yang ikut dalam tur perpisahannya di Timur Tengah.

Komentar Votel menyoroti kesaksian Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, yang menyatakan ISIS masih memimpin ribuan anggota di Irak dan Suriah. Namun, penilaian itu ditepis Presiden AS Donald Trump. Pernyataan Coats menanggapi kebijakan penarikan pasukan AS kembali ke tanah air. Padahal ISIS diketahui masih mengendalikan Suriah, wilayah pertempuran berat terakhir.

"Saya sangat bangga dengan tim pasukan koalisi yang kami miliki di lapangan. Mereka membantu mitra pasukan Demokrat Suriah dalam pertempuran yang sulit," tutur Votel. 

"Medan tempur dipenuhi kepadatan tinggi dari bahaya ledakan. Belum lagi keberadaan penduduk yang terlantar dan berusaha meninggalkan daerah tersebut," imbuhnya.

 

Baca juga: Beda Pendapat dengan Trump, Merkel Sebut ISIS belum Dikalahkan

 

Dia menambahkan dalam 24 jam terakhir, operasi di Lembah Eufrat Tengah kembali dilanjutkan dan masih berlangsung.

Para pejabat AS pun meyakini keberadaan pejuang ISIS yang masih tersebar di wilayah padang pasir yang luas, Suriah. Menurut Votel, semua pasukan AS segera meninggalkan Suriah. Akan tetapi, dirinya belum tahu kapan penarikan keseluruhan selesai.

"Instruksi Presiden AS sangat jelas. Kami mengetahui persis apa yang dia arahkan," tukas Votel. 

Kendati demikian, dia menegaskan militer AS akan terus mencari cara untuk menjaga tekanan terhadap ISIS. Selain itu pihaknya akan mendukung Pasukan Demokrat Suriah (SDF) tanpa pasukan darat di dalam wilayah Suriah. Dia enggan untuk menawarkan langkah spesifik bagaimana hal itu dapat tercapai.

Berbagai komentar muncul ketika Votel memulai tur perpisahan selama dua pekan. Sebelum, akhirnya mengundurkan diri sebagai Kepala Komando Pusat AS. Perjalanannya, yang dimulai saat AS menggulirkan rencana penarikan pasukan dari Suriah, akan mencakup pertemuan dengan para pemimpin asing. 

Votel ingin berterima kasih kepada mereka atas berbagai dukungan. Setelah mengabdi selama 39 tahun di Angkatan Darat AS, Votel memutuskan pensiun. (CNN/OL-3)

BERITA TERKAIT