Pasangan Jokowi-Amin Unggul Mutlak 5-1


Penulis: Thomas Harming Suwarta - 08 February 2019, 09:10 WIB
Peneliti LSI Adjie Al Faraby -- MI/Susanto
Peneliti LSI Adjie Al Faraby -- MI/Susanto

HASIL survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menempatkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul mutlak atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Berdasarkan survei yang dilakukan pada Januari, elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu 54,8%, sedangkan pasangan nomor 02 sebesar 31,0%.

Berdasarkan segmen pemilih, Jokowi-Amin unggul di lima kantong suara, yaitu pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih wong cilik, pemilih perempuan (emak-emak), dan pemilih milenial. Prabowo-Sandi hanya unggul di satu kantong suara, yaitu segmen pemilih terpelajar.

"Sampai saat ini sejak pendaftaran bulan Agustus, elektabilitas kedua pasangan calon bergerak fluktuatif tapi tidak signifikan, baik peningkatan maupun penurunan. Pasangan Jokowi-Amin unggul dengan dua gigit," jelas peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, di Jakarta, kemarin.

Di kantong pertama, yakni pemilih muslim yang populasinya kurang lebih 85%, Jokowi-Amin unggul dengan dukungan sebesar 49,5%. Prabowo-Sandi memperoleh 35,4%. Sisanya, 15,1% belum menentukan pilihan.

Di kantong kedua, yakni pemilih minoritas dengan populasi kurang lebih 15%, dukungan terhadap Jokowi-Amin unggul telak mencapai 86,5%. Dukungan terhadap Prabowo-Sandi cuma 4,7%, dan sisanya 8,8% belum menentukan pilihan.

Kantong ketiga, pemilih wong cilik atau menengah ke bawah dengan basis pemilih 50,3%, pasangan 01 unggul telak dengan 58,4%. Adapun pasangan nomor 02 memperoleh 24,7%. Sebanyak 16,9% pemilih belum menentukan pilihan.

Selanjutnya, kantong keempat, yakni pemilih emak-emak dengan populasi 50%, pasangan 01 unggul dengan 57,0%, sedangkan 02 meraih 27,8%, dan sisanya 15,2% belum menentukan pilihan.

Kantong kelima, pemilih milineal dengan populasi sebesar 45%, Jokowi-Amin unggul dengan 52,6% dan Prabowo-Sandi 33,8%. Sisanya 13,6% belum menentukan pilihan.

Sementara itu, kantong keenam, pemilih terpelajar dengan populasi 11,5%, Prabowo-Sandi unggul dengan meraih 44,2%, sedangkan Jokowi-Amin meraih 37,7%.

Khusus utuk pemilih terpelajar, Adji menjelaskan meski jumlahnya tidak signifikan, pengaruh kelompok itu signifikan. Mereka bisa memengaruhi opini publik.

"Dalam pertarungan elektoral yang ketat, populasi 11,5% cukup signifikan memenga-ruhi elektabilitas," jelasnya.

Survei tersebut dilakukan pada 18-25 Januari dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan ialah multistage random sampling dengan persentase kekeliruan kurang lebih 2,8%.

Popularitas

Di sisi lain, hasil survei Po-puli Center menyebut capres petahana Joko Widodo masih unggul dalam hal popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas ketimbang Prabowo Subianto. Survei digelar pada 20-27 Januari dengan metode tatap muka di 34 provinsi di Indonesia.

Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan mengatakan popularitas Jokowi mencapai 82% dan Prabowo 68%. "Ini melihat apakah masyarakat mengenal dan suka dengan tokoh-tokoh tersebut," katanya.

Begitu pula dengan aksep-tabilitas Jokowi yang tetap unggul di 16 dari 17 kategori, seperti merakyat, sederhana, berpengalaman dalam memimpin, dermawan, paling disukai, berprestasi, bersih dari korupsi, kreatif, berani berantas korupsi, religius, dapat diterima kaum perempuan, mampu menjalin kerja sama internasional, dapat diterima kaum milenial, berkarisma, paling disegani negara lain, dan berwibawa. (Pol/P-2)

BERITA TERKAIT