Tradisi Serak Gulo, Bukti Proses Akulturasi di Padang Sangat Kuat


Penulis: Yose Hendra - 06 February 2019, 10:40 WIB
MI/Yose Hendra
 MI/Yose Hendra

TRADISI keturunan muslim India Serak Gulo (tebar gula), semakin menjadi daya tarik di Kota Padang. Bahkan tradisi ini telah menjadi kalender tahunan pariwisata kota ini sejak 2018 lalu.

Dari tahun ke tahun, jumlah peserta yang mengikuti tradisi ini terus meningkat. Sampai hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat khususnya yang dari rantau dan masyarakat Himpunan Keluarga Muhammadan (HKM) Kota Padang yang telah melaksanakan tradisi serak gulo. InsyaAllah kita dari Pemerintah Kota Padang berkomitmen akan melaksanakan tradisi serak gulo ini setiap tahun dan terus meningkatkan pelaksanaannya," kata Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah seusai pelaksanaan Serak Gulo, Selasa (5/2).

Ia mengatakan, pada pelaksanaan selanjutnya, Pemko Padang bersama dengan masyarakat HKM Padang akan berusaha meningkatkan, menyempurnakan, dan melibatkan diantaranya Kedutaan Besar India.

"Alhamdulillah pada hari ini, dari kedutaan besar Indonesia yang ada di New Delhi juga dapat hadir di sini," ujarnya.

 

Baca juga: Tiga Kilo Sampah, Satu Buku Bacaan

 

Dengan kedatangan Dubes Indonesia dari India ini, sambung Mahyeldi, menunjukkan bahwa Dubes juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tradisi ini.

"Alhamdulillah pelaksanaan tahun ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya," katanya.

Lebih jauh disebutkan, acara serak gulo ini sejatinya merupakan ajang silaturahmi, membangun semangat kebersamaan di antara masyarakat 

Muhamadan dan seluruh masyarakat Kota Padang, karena memang Kota Padang proses akulturasi dan suku-suku yang ada di Kota Padang ini sudah terjalin sangat kuat sekali.

"Sehingga proses akulturasi sangat baik di Kota Padang. Begitu juga dengan masyarakat Tionghoa," sebutnya.

Oleh karena itu, kata Mahyeldi, kegiatan ini akan terus dipelihara, akan terus dirawat. Karena memang dengan semangat ini pula Indonesia bisa merdeka.

"Suksesnya ini juga tidak terlepas dari terlibatnya media sosial dan pihak-pihak yang membantu publikasi melalui spanduk-spanduk, dan media cetak serta televisi. Karena ini merupakan agenda rutin yang kita lakukan setiap tahunnya dan mendapatkan dukungan dari DPRD Kota Padang," sebutnya.

Untuk ke depannya, pihaknya bersama dengan masyarakat Muhamadan akan menambahkan agenda dari acara ini. Nantinya akan ada kuliner, seni, budaya, dan ceramahnya. Sehingga ini menjadi satu paket yang lengkap dan masyarakat bisa lama menikmatinya.

"Budaya ini mahal, oleh sebab itu kita sebagai anak bangsa harus menjaga dan merawat semangat kesatuan bangsa," katanya.

Ketua Umum HKM Padang, Ali Khan Abu Bakar mengatakan, selain bentuk syukuran, acara serak gula ini juga suatu penghormatan kepada ulama. Kegiatan tradisi ini hanya ada di 3 negara di dunia yakni India, Singapura dan Indonesia yang satu-satunya hanya ada di Kota Padang.

"Ini adalah cara ulama membangun keakraban, kebersamaan, dan silaturahim antara masyarakat muslim India," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT